Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Sifat Pesimistis Picu Sakit Jantung

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Sifat Pesimistis Picu Sakit Jantung

    Post  julia on Wed Jul 06, 2011 1:20 am

    Sifat Pesimistis Picu Sakit Jantung


    Apa yang Anda katakan untuk menjelaskan sebuah gelas yang terisi setengah air? Jika Anda mengatakannya setengah kosong, mungkin Anda termasuk tipe pesimistis. Tapi jika Anda mengatakannya setengah penuh, Anda termasuk tipe optimistis.

    Menjadi sosok optimistis adalah sebuah keuntungan. Mengapa? Menurut sebuah penelitian di Universitas Harvard, mereka yang selalu optimistis melihat kehidupan cenderung memiliki kondisi jantung sehat.

    Penelitian yang melibatkan 8.000 pegawai sipil asal Inggris ini mengungkap, mereka yang optimistis cenderung merasa lebih puas terhadap kehidupannya. Seiring kondisi ini, mereka akan memiliki tingkat stres rendah yang tentu meningkatkan kualitas kesehatan kardiovaskuler.

    Meski tetap memperhitungkan faktor risiko penyakit jantung lainnya seperti berat badan dan tekanan darah, para peneliti belum mengetahui secara pasti mengapa hal tersebut terjadi.

    Dalam penelitian yang diterbitkan pada European Heart Journal itu, peserta ditanya tentang kepuasan mereka dalam tujuh bidang kehidupan seperti cinta dan hubungan, hobi, standar hidup, pekerjaan, kehidupan keluarga, seks, dan diri sendiri. Mereka juga menyerahkan catatan medis selama enam tahun terakhir sebagai pendukung analisis.

    Hasilnya, mereka yang sangat puas dengan kehidupannya secara keseluruhan, memiliki risiko penyakit jantung 13 persen lebih kecil dibandingkan mereka yang tak puas dengan kehidupannya. Artinya, mereka yang puas terhadap lebih banyak bidang kehidupan, akan lebih sehat.

    Berdasar penelitian itu, mereka yang berkarakter optimistis juga cenderung tak suka membiarkan kesehatannya memburuk. Mereka cenderung mengikuti anjuran dokter. "Temuan ini menunjukkan intervensi untuk meningkatkan keadaan psikologis yang negatif. Tetapi juga relavan bagi orang-orang yang memiliki keadaan fisik yang berisiko buruk," ujar peneliti Dr Julia Boehm, dikutip dari Daily Mail.




      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 9:17 am