Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Sifat Pesimistis Picu Sakit Jantung

    Share
    avatar
    julia

    138
    25.06.11

    Sifat Pesimistis Picu Sakit Jantung

    Post  julia on Wed Jul 06, 2011 1:20 am

    Sifat Pesimistis Picu Sakit Jantung


    Apa yang Anda katakan untuk menjelaskan sebuah gelas yang terisi setengah air? Jika Anda mengatakannya setengah kosong, mungkin Anda termasuk tipe pesimistis. Tapi jika Anda mengatakannya setengah penuh, Anda termasuk tipe optimistis.

    Menjadi sosok optimistis adalah sebuah keuntungan. Mengapa? Menurut sebuah penelitian di Universitas Harvard, mereka yang selalu optimistis melihat kehidupan cenderung memiliki kondisi jantung sehat.

    Penelitian yang melibatkan 8.000 pegawai sipil asal Inggris ini mengungkap, mereka yang optimistis cenderung merasa lebih puas terhadap kehidupannya. Seiring kondisi ini, mereka akan memiliki tingkat stres rendah yang tentu meningkatkan kualitas kesehatan kardiovaskuler.

    Meski tetap memperhitungkan faktor risiko penyakit jantung lainnya seperti berat badan dan tekanan darah, para peneliti belum mengetahui secara pasti mengapa hal tersebut terjadi.

    Dalam penelitian yang diterbitkan pada European Heart Journal itu, peserta ditanya tentang kepuasan mereka dalam tujuh bidang kehidupan seperti cinta dan hubungan, hobi, standar hidup, pekerjaan, kehidupan keluarga, seks, dan diri sendiri. Mereka juga menyerahkan catatan medis selama enam tahun terakhir sebagai pendukung analisis.

    Hasilnya, mereka yang sangat puas dengan kehidupannya secara keseluruhan, memiliki risiko penyakit jantung 13 persen lebih kecil dibandingkan mereka yang tak puas dengan kehidupannya. Artinya, mereka yang puas terhadap lebih banyak bidang kehidupan, akan lebih sehat.

    Berdasar penelitian itu, mereka yang berkarakter optimistis juga cenderung tak suka membiarkan kesehatannya memburuk. Mereka cenderung mengikuti anjuran dokter. "Temuan ini menunjukkan intervensi untuk meningkatkan keadaan psikologis yang negatif. Tetapi juga relavan bagi orang-orang yang memiliki keadaan fisik yang berisiko buruk," ujar peneliti Dr Julia Boehm, dikutip dari Daily Mail.




      Waktu sekarang Sun Jul 23, 2017 1:50 pm