Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Pelukan Bisa Jadi Ukuran Kebahagiaan Pria

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Pelukan Bisa Jadi Ukuran Kebahagiaan Pria

    Post  clara on Wed Jul 06, 2011 1:48 pm

    Pelukan Bisa Jadi Ukuran Kebahagiaan Pria


    Kebahagiaan seorang pria dalam menjalani hubungan bisa dilihat dari seberapa sering ia berpelukan dan berciuman dengan pasangannya. Tetapi, hal ini tidak berlaku pada wanita.

    Kemesraan dalam hubungan jangka panjang juga lebih penting bagi pria paruh baya dibandingkan wanita. Itu karena pria yang memiliki hubungan mesra dan komitmen cenderung lebih bahagia daripada wanita. Sementara bagi wanita, komitmen hubungan membuatnya memiliki kehidupan seksual yang lebih memuaskan.

    Hal itu menurut penelitian yang dilakukan pada 1.000 pasangan yang telah hidup bersama selama 25 tahun. Mereka diminta menjawab pertanyaan seputar hubungan pribadi para peneliti dari Kinsey Institute di Indiana University. Ribuan pasangan tersebut berasal dari lima negara, yaitu Amerika Serikat, Brasil, Jerman, Jepang dan Spanyol.

    Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana seksualitas manusia ditempatkan dalam hubungan pasangan yang berlangsung utuh. "Kita telah mengetahui bagaimana hubungan jangka panjang berdampak positif bagi kesehatan. Mungkin kita dapat mempelajari apa yang membuat hubungan bisa bertahan sekaligus membahagiakan," kata Julia Heiman, salah satu peneliti, seperi dikutip dari Daily Mail.

    Partisipan yang terlibat dalam penelitian berusia antara 40 hingga 70 tahun, yanng telah menikah atau tinggal bersama lebih dari satu tahun. Dari tiap negara, diambil 200 pasangan.

    "Penelitian pada pasangan heteroseksual ini untuk mengetahui hal mendasar pada seks dan gender," kata Heiman.

    Baik pria maupun wanita mengungkapkan lebih bahagia setelah mereka hidup bersama dalam waktu yang lama. Mereka juga menilai tinggi pada beberapa kuesioner fungsi seksual. Dari lima negara, baik untuk pria dan wanita, orang Jepang secara signifikan lebih bahagia dengan hubungan mereka daripada orang Amerika. Sementara kebahagiaan hubungan orang Brasil dan Spanyol, lebih rendah dibandingkan orang Amerika.

    Juga diketahui, pria dan wanita cenderung mencapai kepuasan seksual, berciuman dan pelukan secara teratur. Lalu, bagi pria yang memiliki banyak pasangan seksual selama hidupnya justru bisa mengurangi kepuasan seksualnya.

    Pria diketahui lebih bahagia setelah satu tahun menjalani komitmen, sedangkan bagi wanita, kepuasan seksual mereka meningkat dari waktu ke waktu. Wanita yang telah memiliki komitmen hubungan kurang dari 15 tahun cenderung mengungkapkan kurangnya kepuasan seksual, tapi setelah 15 tahun, persentase kepuasan meningkat secara signifikan.

    "Kemungkinan wanita lebih puas setelah jangka panjang karena mereka mengharapkan perubahan dalam kehidupan. Selain itu, orang yang tidak bahagia secara seksual, pernikahannya cenderung tidak bertahan lama," kata Heiman.



      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 7:10 pm