Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Melajang, Lebih Boros Rp69 Juta

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Melajang, Lebih Boros Rp69 Juta

    Post  clara on Wed Jul 06, 2011 1:55 pm

    Melajang, Lebih Boros Rp69 Juta


    Faktor finansial kerap menjadi pertimbangan seseorang memutuskan menikah atau mempertahankan status lajang. Besarnya biaya berbagai macam tagihan, perumahan, kebutuhan anak, hingga asuransi pendidikan bisa menjadi momok untuk mencari pasangan hidup.

    Jangan keliru, sebuah studi di Inggris mengungkap hal yang cukup berbeda. Hidup sebagai lajang menghamburkan lebih banyak uang dibandingkan mereka yang menikah. Rata-rata, seorang lajang lebih boros £3.500 setara Rp48 juta dibandingkan mereka yang telah berkeluarga.

    Penelitian yang dilakukan perusahaan finansial Co-operative di Inggris menemukan, biaya hidup per tahun rata-rata para lajang hanya sedikit di bawah £14.000 atau Rp192 juta per tahun. Semua biaya umumnya berdasarkan tagihan penting maupun tidak penting seperti makan di luar dan olahraga di pusat kebugaran.

    Di sisi lain, seseorang yang telah menikah memiliki tingkat pengeluaran lebih rendah, sekitar £10.500 atau Rp144 juta per tahun. Hal ini karena tagihan, pajak dan pengeluaran lain dibagi antara pasangan.

    Jika pengeluaran tidak penting dikeluarkan, angka pemborosan si lajang makin besar, mencapai lebih dari £5.000 atau setara Rp69 juta.

    Peneliti juga menemukan, pasangan menikah lebih sering berbelanja atau makan di luar karena mereka memiliki tagihan yang lebih sedikit. Bahkan, lajang pun harus membayar pajak tambahan pada makanan yang mereka beli.

    Studi dilakukan pada 1.000 orang dewasa di berbagai golongan masyarakat. Ditemukan, para lajang minimal mengeluarkan 51 persen pendapatan mereka. Bandingkan dengan orang yang telah menikah, hanya 30 persen dari pendapatan.

    Statistik Inggris menyebutkan, jumlah lajang meningkat sekitar 145 ribu orang per tahun. Dan kini, populasi ini semakin menua.

    Ed Mayo, sekretaris umum Co-operative Inggris, mengatakan, setiap orang mengalami tekanan lebih besar pada anggaran rumah tangga. "Tapi, lajang lebih menderita daripada orang yang menikah dibandingkan waktu-waktu sebelumnya," ungkapnya seperti dikutip dari Daily Mail. (art)

    Ia menyebutkan, untuk mengatasi beban tambahan, orang yang hidup sendiri dapat melakukan hal sederhana seperti berbagi mobil dalam perjalanan atau menyewa rumah bersama teman.

    Studi ini menemukan lajang menghabiskan sekitar £ 7.400 atau Rp101 juta untuk perumahan, dan mereka yang menikah £ 4.000 atau Rp54,8 juta. Segala macam tagihan lajang mencapai £ 3.200 atau 43,8 juta ketimbang pasangan menikah £ 2.000 atau Rp27,5 juta pertahun.

    Lajang menghabiskan Rp27,5 juta per tahun untuk makanan dibandingkan sekitar Rp20,6 juta untuk pasangan. Pengeluaran tak penting para lajang sebesar Rp16 juta dibandingkan pasangan menikah Rp10,1 juta.

    Para lajang menghabiskan Rp9,8 juta pada penampilan seperti rambut, pakaian dan olahraga di pusat kebugaran. Namun orang yang menikah menghabiskan jauh lebih banyak, hampir Rp27 juta.



      Waktu sekarang Mon Sep 26, 2016 3:51 am