Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Latih Otak Lupakan Memori Buruk

    Share

    rizka

    80
    23.05.11

    Latih Otak Lupakan Memori Buruk

    Post  rizka on Thu Jul 07, 2011 5:36 pm

    Latih Otak Lupakan Memori Buruk


    Bukan hal yang mustahil untuk menghapus memori buruk. Caranya adalah dengan terus-menerus menekan memori tersebut dalam waktu lama.

    Hal itu menurut hasil penelitian tim dari Lund University di Swedia. Dengan menggunakan pemindaian EEG peneliti mencatat ada bagian otak yang aktif ketika responden secara aktif berusaha untuk melupakan sesuatu.

    Area otak ini juga mampu menentukan saat yang tepat bagi memori untuk 'melupakan' sesuatu. Peneliti mengklaim bahwa menekan memori yang ingin dilupakan, dalam jangka panjang adalah cara efektif untuk secara permanen menghapusnya.

    Cara ini bisa dilakukan oleh seseorang yang menderita depresi atau post traumatic stress disorder. Melupakan atau menekan memori sering tampak sebagai reaksi fisiologis, sehingga menurut peneliti hal itu bisa disiasati.

    "Relawan yang terlibat dalam penelitian kami latih untuk melupakan informasi netral dalam dalam percobaan yang terkontrol. Tetapi untuk peristiwa traumatis dibutuhkan pelatihan yang lebih kompleks," kata Gerd Thomas Waldhauser, peneliti di Lund University, seperti dikutip dari Telegraph.co.uk.

    Penelitian ini menunjukkan seseorang bisa menyetel otak untuk melupakan sesuatu. Dari hasil pemindaian EEG, diketahui kalau ketika seseorang terus menghambat memorinya tentang hal tertentu, maka saat itu pula ia melupakan.

    "Penghambatan memori bisa dilakukan dalam beberapa jam. Makin sering dihambat atau ditekan, semakin sulit untuk mengingatnya. Jika kenangan telah ditekan untuk jangka waktu yang panjang, mereka bisa sangat sulit untuk diingat," kata Waldhauser.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 6:50 pm