Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Rahasia di Balik Rasa Sakit Putus Cinta

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Rahasia di Balik Rasa Sakit Putus Cinta

    Post  lea on Sat Jul 09, 2011 2:33 am

    Rahasia di Balik Rasa Sakit Putus Cinta


    Perpisahan dengan pasangan atau kekasih memberi perasaan kehilangan yang menyakitkan. Sensasi sakit seringkali terasa nyata seperti tertusuk di dada atau nyeri di perut, meski tak ada luka secara fisik.

    Lewat sebuah studi, para ilmuwan mengetahui alasan di balik sensasi menyakitkan tersebut. Studi yang diterbitkan pada Proceeding National Academy of Science menemukan, otak memperlihatkan sesuatu yang sama saat seseorang merasakan sakit fisik maupun tekanan emosional.

    "Ini berarti bahwa ungkapan 'sakit hati' tak sekadar metafora," kata penulis utama studi, Ethan Kross, asisten profesor di departemen psikologi di Universitas Michigan.

    Pada studi awal, pemindaian otak menunjukkan, otak tidak melihat perbedaan antara emosi negatif yang ditimbulkan oleh sakit fisik dan emosional.

    Kross lalu menguji apakah penyebab rasa sakit fisik pada orang yang mengalami penolakan. Para peneliti mengumpulkan 40 orang diputuskan kekasih dalam enam bulan, sehingga sakit hati akibat perpisahan masih terasa.

    Semua diminta menyentuh benda panas tanpa menimbulkan luka saat otak mereka dipindai. Selanjutnya mereka diperlihatkan foto mantan kekasih sambil mengingat kembali perpisahan.

    Ternyata, daerah otak yang merespons dua rasa sakit tersebut berada pada satu tempat. Hal itu, menurut Kross, merupakan bagian dari proses evolusi yang membantu kelangsungan hidup manusia agar selalu berkelompok. "Sendirian itu berbahaya. Anda akan mudah menjadi target hewan buas di masa itu," ucapnya seperti dikutip dari Shine.

    "Jadi rasa sakit fisik akan menjadi isyarat kuat untuk memperhatikan apa yang Anda lakukan agar selalu dapat berada di kelompok."



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 8:51 am