Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Rahasia di Balik Rasa Sakit Putus Cinta

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Rahasia di Balik Rasa Sakit Putus Cinta

    Post  lea on Sat Jul 09, 2011 2:33 am

    Rahasia di Balik Rasa Sakit Putus Cinta


    Perpisahan dengan pasangan atau kekasih memberi perasaan kehilangan yang menyakitkan. Sensasi sakit seringkali terasa nyata seperti tertusuk di dada atau nyeri di perut, meski tak ada luka secara fisik.

    Lewat sebuah studi, para ilmuwan mengetahui alasan di balik sensasi menyakitkan tersebut. Studi yang diterbitkan pada Proceeding National Academy of Science menemukan, otak memperlihatkan sesuatu yang sama saat seseorang merasakan sakit fisik maupun tekanan emosional.

    "Ini berarti bahwa ungkapan 'sakit hati' tak sekadar metafora," kata penulis utama studi, Ethan Kross, asisten profesor di departemen psikologi di Universitas Michigan.

    Pada studi awal, pemindaian otak menunjukkan, otak tidak melihat perbedaan antara emosi negatif yang ditimbulkan oleh sakit fisik dan emosional.

    Kross lalu menguji apakah penyebab rasa sakit fisik pada orang yang mengalami penolakan. Para peneliti mengumpulkan 40 orang diputuskan kekasih dalam enam bulan, sehingga sakit hati akibat perpisahan masih terasa.

    Semua diminta menyentuh benda panas tanpa menimbulkan luka saat otak mereka dipindai. Selanjutnya mereka diperlihatkan foto mantan kekasih sambil mengingat kembali perpisahan.

    Ternyata, daerah otak yang merespons dua rasa sakit tersebut berada pada satu tempat. Hal itu, menurut Kross, merupakan bagian dari proses evolusi yang membantu kelangsungan hidup manusia agar selalu berkelompok. "Sendirian itu berbahaya. Anda akan mudah menjadi target hewan buas di masa itu," ucapnya seperti dikutip dari Shine.

    "Jadi rasa sakit fisik akan menjadi isyarat kuat untuk memperhatikan apa yang Anda lakukan agar selalu dapat berada di kelompok."



      Waktu sekarang Mon Sep 26, 2016 12:25 pm