Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Jangan Hilangkan Semua Lemak di Tubuh

    Share

    zuko

    152
    25.06.11

    Jangan Hilangkan Semua Lemak di Tubuh

    Post  zuko on Mon Jul 11, 2011 2:28 am

    Jangan Hilangkan Semua Lemak di Tubuh


    Semua perempuan mungkin terobsesi dengan tubuh ramping hingga rela melakukan diet mati-matian. Lipatan lemak di perut, paha dan pinggul yang besar dianggap mengganggu penampilan. Mengurangi berat badan boleh-boleh saja yang penting lemak tubuh jangan terlalu sedikit.

    Beberapa dekade lalu, perempuan dengan buah dada besar, paha dan pinggul besar lebih direkomendasikan untuk dijadikan istri karena pertanda ia perempuan subur. Lemak yang banyak ditubuhnya membuat perempuan seperti itu lebih mudah menghasilkan hormon estrogen yang cukup sehingga gampang punya anak.

    Perempuan-perempuan India misalnya masih mempertahankan tradisi paha dan pinggul besar, sebaliknya perempuan di negara-negara barat lebih suka paha dan pinggul yang ramping.

    Seperti dikutip Mayoclinic, komposisi lemak pada perempuan erat kaitannya dengan fungsi hormonal sehingga dapat mempengaruhi pada sistem reproduksi. Perempuan yang terlalu kurus atau lemaknya sedikit akan memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang rendah.

    Wanita dengan BMI yang rendah akan menghasilkan tingkat estrogen yang rendah. Jika hormon estrogen yang dimiliki sedikit akan membuat siklus haid tidak normal. Bila berlangsung terus menerus akan mengalami masalah infertilitas (gangguan kesuburan).

    Menurut para ahli, lemak yang boleh dihilangkan adalah lemak di perut (pinggang) karena lemak di perut tidak bisa disintesis menjadi protein. Lemak yang tidak bisa disintesis ini bisa membahayakan jantung dan organ internal lainnya.

    Kebalikannya, lemak di bagian bokong dan paha justru banyak yang disintesis menjadi protein, sehingga bisa melindungi tubuh dan mencegah berbagai penyakit termasuk mencegah infertilitas.

    Dalam International Journal of Obesity disebutkan memiliki terlalu sedikit lemak di pinggul dapat menyebabkan masalah metabolisme. Dan memang lemak disekitar paha dan bagian belakang lebih sulit untuk dihilangkan daripada lemak di daerah pinggang. Tapi hal ini justru bisa menguntungkan, karena semakin lambat lemak pinggul yang terbakar, maka produksi hormon menjadi lebih banyak.

    "Lemak disekitar pinggul dan paha baik untuk seseorang, tapi jika disekitar perut menjadi hal yang buruk. Semakin banyak lemak disekitar paha semakin baik, asalkan perut Anda tetap langsing," ujar Dr Konstantinos Manolopoulos dari Oxford University.

    Jadi jika ingin membakar lemak utamakan membakar lemak di perut atau pinggang, sedangkan lemak di paha dan pinggul disarankan jangan terlalu sedikit agar tetap menjadi perempuan subur.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 12:59 am