Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Rahasia di Balik Kata 'Cantik'

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Rahasia di Balik Kata 'Cantik'

    Post  lea on Mon Jul 11, 2011 10:14 am

    Rahasia di Balik Kata 'Cantik'


    Ungkapan 'cantik itu relatif' jamak digunakan untuk menggambarkan penilaian masing-masing orang terhadap sesuatu yang indah bisa berbeda. Fakta dari sebuah studi menemukan, hal-hal yang kita kagumi ditentukan oleh bagian otak yang terletak tepat di belakang mata yaitu medial orbito-frontal cortex.

    Peneliti asal Universitas Collage London mengatakan bahwa bagian otak tersebut akan bereaksi ketika kita melihat sesuatu yang indah, apapun selera kita.

    Ahli otak Semir Zeki meminta 21 pria dan wanita muda untuk menilai keindahan lukisan pilihan dan musik. Otak mereka pun dipindai selama mereka melihat lukisan dan mendengarkan musik.

    Hasil studi yang diterbitkan di Jurnal PloS One ini ternyata mengemukakan bahwa medial orbito-frontal cortex terlihat lebih aktif ketika subjek melihat dan mendengar sesuatu yang mereka sukai.

    "Hampir semuanya bisa dianggap karya seni, tapi hanya kreasi yang berhubungan dengan aktivitas korteks ini yang dapat diklasifikasikan sebagai seni yang indah," ujar Zeki, dikutip oleh Daily Mail.

    Misalnya, sebuah lukisan karya Francis Bacon mungkin sebuah maha karya, tetapi mungkin tidak termasuk dalam kriteria indah. Hal yang sama dapat dikatakan pada karya klasik dari seorang komposer, yang dilihat dari kaca mata seseorang yang menyukai musik rock. Dalam otaknya, akan di dapatkan aktivitas yang lebih besar ketika mendengar musik-musik keras.
    Penemuan dianggap penting karena telah menemukan berbagai macam pemicu keindahan yang berhubungan dengan kenikmatan yang berbeda di otak.

    Menurut Professor Zeki, perdebatan terkait kriteria keindahan dari sebuah objek telah menjadi perdebatan oleh seniman dan filsuf. Namun, tidak ada yang berakhir pada sebuah kesimpulan yang jelas, apa itu indah?

    "Jadi, indah itu adalah abstrak. Keindahan yang kita lihat membangkitkan pengalaman emosional, apapun sumbernya," ia menambahkan.



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 3:34 am