Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Rata-rata Orang Bicara Selama 30 Detik Saat Mengigau

    Share

    zuko

    151
    25.06.11

    Rata-rata Orang Bicara Selama 30 Detik Saat Mengigau

    Post  zuko on Wed Jul 13, 2011 5:25 am

    Rata-rata Orang Bicara Selama 30 Detik Saat Mengigau



    Gangguan tidur yang sering dijumpai adalah ngelindur (mengigau) atau berbicara saat sedang terlelap, mulai dari sekedar bergumam hingga ada yang bisa bercakap-cakap. Saat ngelindur, rata-rata seseorang bisa berbicara tanpa sadar selama 30 detik.

    Angka tersebut hanya perkiraan rata-rata, sebab dalam kenyataannya ada juga yang bisa berbicara cukup lama sampai-sampai pasangan tidur atau rekan sekamarnya terbangun karenanya. Bahkan meski singkat, ngelindur sangat mungkin terjadi berulang kali dalam semalam.

    Namun ada kalanya teman sekamar atau pasangan tidur tidak terganggu, terutama jika orang yang ngelindur bisa diajak bercakap-cakap. Rekan yang iseng bisa menanyakan hal-hal pribadi, lalu menjadikannya sebagai lelucon saat pertanyaan itu dijawab dalam kondisi tidak sadar.

    Ngelindur digolongkan sebagai parasomnia yakni perilaku tidak normal yang dilakukan tanpa sadar saat tertidur. Jenis parasomnia yang lain contohnya sleepwalking (berjalan saat tidur), sleepeating (makan saat tidur) atau bahkan sleeptexting (berkirim SMS saat tidur).

    Hampir 50 persen anak berusia 3-10 tahun pernah mengalami gangguan ini, jauh lebih banyak dibandingkan orang dewasa yang angkanya hanya sekitar 5 persen. Sebuah survei tahun 2010 mengungkap, 1 dari 10 anak kecil ngelindur lebih dari sekali dalam sepekan.

    Dalam banyak kasus, ngelindur tidak digolongkan sebagai gangguan kesehatan yang serius. Namun dalam kondisi tertentu, gangguan ngelindur perlu dikonsultasikan ke dokter misalnya jika ada indikasi sleep terror atau sering disebut juga night terror.

    Sleep terror merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang berteriak histeris, meronta-ronta dan menendang seperti sedang mimpi buruk. Seseorang yang sedang mengalami sleep terror biasanya sulit dibangunkan, lalu esok harinya bangun dalam kondisi kelelahan dan tidak bugar.

    Beberapa faktor yang bisa memicu ngelindur maupun sleep terror seperti dikutip dari WebMD, antara lain sebagai berikut.

    • Sedang mengonsumsi obat-obatan

    • Stres secara emosional

    • Sedang demam

    • Gangguan mental

    • Penyalahgunaan obat terlarang.


    Sayangnya hingga kini tidak ada cara yang benar-benar ampuh untuk menghindari ngelindur maupun bentuk parasomnia yang lain. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah mengurangi stres, sehingga kualitas tidur meningkat dan bisa tidur lelap sepanjang malam.




      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 8:44 pm