Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Si Dia Mengaku Berselingkuh, Haruskah Dimaafkan?

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Si Dia Mengaku Berselingkuh, Haruskah Dimaafkan?

    Post  clara on Fri Jul 15, 2011 8:44 am

    Si Dia Mengaku Berselingkuh, Haruskah Dimaafkan?


    Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja kekasih Anda mengaku telah berselingkuh dan memohon Anda memaafkannya. Haruskah Anda memberi kesempatan kedua?

    Anda boleh saja luluh dengan keberaniannya mengakui kesalahan. Namun perlu Anda selidiki, apa latar belakang yang membuat dia akhirnya mengaku telah berselingkuh? Tiga faktor yang dikutip dari Ezine Articles ini mungkin bisa jadi pertimbangan bagi Anda, apakah dia pantas dimaafkan atau tidak.

    1. Apa yang Memicunya Membuat Pengakuan?
    Ini adalah faktor penting untuk memutuskan apakah perselingkuhannya termaafkan atau tidak. Cari tahu, apakah dia mengaku karena takut Anda akan memergokinya atau dia sadar tidak bisa menjalin percintaan dalam kebohongan?

    Jika alasannya yang pertama, kemungkinan dia tidak tulus meminta maaf, dan Anda pun tak perlu memaafkannya. Mengaku sebelum tertangkap basah berselingkuh, adalah strateginya untuk memanipulasi perasaan agar Anda percaya bahwa dia sudah sadar atas perbuatannya. Padahal, mungkin saja di belakang Anda dia masih merayu wanita lain.

    Bila si dia mengaku karena tahu telah berbuat salah dan ingin memperbaiki kembali hubungannya dengan Anda, mungkin dia pantas mendapat kesempatan kedua. Namun tekankan bahwa Anda tidak ingin terjadi untuk kedua kalinya. Dan jika ia kembali berselingkuh, tegaskan bahwa Anda tidak akan memaafkannya lagi.

    2. Apakah Dia Bersedia Menebus Kesalahan?
    Karena kepercayaan Anda sudah ternodai karena ketidaksetiaannya, maka kekasih Anda harus mau menerima segala konsekuensi dari apa yang dia perbuat. Buatlah beberapa persyaratan dalam hubungan; jika dia sungguh-sungguh mau memenuhinya, maka dia pantas dimaafkan. Tapi jika dia menolak, berarti dia tidak sungguh-sungguh minta maaf dan menyadari kesalahan. Anda pun tak perlu menerimanya kembali.

    3. Apakah Anda Siap Memaafkan dan Melupakan?
    Mungkin Anda bisa memaafkan, tapi belum tentu bisa melupakan kesalahan sang kekasih. Yakinkan diri sendiri, Anda sudah siap atau belum memaafkan dan kembali memperbaiki hubungan tanpa mengungkit kesalahannya. Jika siap, berarti tidak ada salahnya mencoba menerimanya kembali. Tapi bila kemungkinan besar Anda akan dilingkupi rasa penuh curiga dan cenderung posesif, sebaiknya jangan melanjutkan hubungan. Hubungan yang selalu dibayangi kecurigaan bisa berbahaya bagi kesehatan fisik maupun psikis.



      Waktu sekarang Thu Sep 29, 2016 5:16 am