Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Ibu Rumah Tangga atau Kantoran Punya Tingkat Stres yang Sama

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Ibu Rumah Tangga atau Kantoran Punya Tingkat Stres yang Sama

    Post  julia on Sat Jul 16, 2011 1:45 am

    Ibu Rumah Tangga atau Kantoran Punya Tingkat Stres yang Sama


    Selama ini masyarakat berpikir bahwa ibu yang bekerja di kantor lebih stres dibanding ibu yang dirumah saja. Ternyata anggapan tersebut salah, karena baik ibu yang bekerja atau di rumah tetap memiliki stres yang sama.

    Sebuah studi baru menunjukkan bahwa ibu yang bekerja kantoran dan ibu rumah tangga merasakan stres dalam jumlah yang sama ketika ia harus menyeimbangkan tanggung jawab yang dimilikinya.

    Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh thebump.com dan Forbes Woman terhadap 1.200 perempuan. Didapatkan sekitar 92 persen ibu yang bekerja mengatakan bahwa pekerjaannya belum berakhir meski ia sudah meninggalkan kantor. Hal ini karena ia tetap memiliki tanggung jawab dengan pekerjaannya di rumah.

    Sementara itu sebesar 89 persen perempuan yang berada di rumah atau ibu rumah tangga merasa kewalahan dengan tanggung jawab yang dimilikinya, dan pasangan juga kerap hanya sedikit menawarkan bantuan.

    Hasil lain yang didapatkan adalah hampir 85 persen partisipan mengaku tidak mendapatkan istirahat meski pasangannya sudah pulang kerja dan 50 persennya tidak pernah mendapatkan istirahat dari mengasuh anaknya.

    Kondisi ini menimbulkan beban tanggung jawab yang tidak seimbang pada diri perempuan, sehingga baik perempuan yang bekerja kantoran atau ibu rumah tangga tetap memiliki tingkat stres yang sama, seperti dikutip dari Indiavision.

    Perempuan memang diketahui lebih rentan mengalami stres dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini berhubungan dengan hormon stres yang disebut corticotropinreleasing factor (CRF).

    Hormon CRF lebih erat terikat pada protein stres sel-sel otak perempuan, sehingga membuatnya lebih sensitif terhadap dampak dari perubahan hormon tersebut. Sedangkan pada laki-laki, otak dapat mengurangi kadar protein, menghentikan hormon dari pengikatan dan mengurangi dampaknya terhadap otak.


      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 5:26 am