Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Permen Cegah Anak Obesitas Saat Dewasa

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Permen Cegah Anak Obesitas Saat Dewasa

    Post  kuning on Mon Jul 18, 2011 8:05 am

    Permen Cegah Anak Obesitas Saat Dewasa


    Mayoritas orangtua kerap khawatir saat buah hatinya terlalu banyak makan permen atau makanan manis lainnya. Mereka berpikir bahwa makanan-makanan itu akan merusak gigi anak. Itu mungkin benar. Tapi, Anda jangan terlalu ngoyo untuk membuat larangan.

    Penelitian Universitas Louisiana State, Amerika Serikat, mengungkap, konsumsi makanan manis ketika usia anak justru berdampak baik pada pertumbuhannya kelak. Makanan manis yang dikonsumsi di masa kanak-kanak akan mencegah tubuh menjadi gemuk ketika dewasa.

    Berdasar penelitian itu, anak-anak yang rutin mengonsumsi cokelat memiliki risiko lebih sedikit mengidap obesitas di kala dewasa daripada mereka yang tidak sering mengonsumsi cokelat. Efek serupa bahkan masih berlaku pada remaja yang gemar mengonsumsi makanan manis. Mereka cenderung lebih langsing dibanding mereka yang tidak menyukai makanan-makanan manis.

    Seperti dilansir dari Daily Mail, penelitian ini dilakukan dengan memantau lebih dari 11 ribu anak-anak dan remaja dengan rentang usia dua hingga 18 tahun, dari tahun 1999 hingga 2004.

    Berdasar data yang diterbitkan dalam Journal Food and Nutrition Research menunjukkan, anak-anak yang gemar mengonsumsi permen memiliki risiko obesitas 22 persen lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak suka mengonsumsi permen. Sementara pada remaja, mereka yang gemar makanan manis memiliki risiko obesitas 26 persen kecil.

    Penemuan ini memang bertentangan dengan sebagian besar penelitian yang menunjukan bahwa permen tidak hanya berdampak buruk bagi gigi anak, tetapi juga tubuh.

    Menjelaskan hasil penelitian yang bertolak belakang dari penelitian sebelumnya, para peneliti mengatakan bahwa anak-anak yang diberi makan makanan manis sesuai porsi di usia dini dapat belajar mengenai pentingnya disiplin makanan.

    Peneliti juga mengatakan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan manis hanya pada acara tertentu akan lebih menyadari tentang kebiasaan makan mereka sehingga mampu mengontrol kalori yang masuk.

    "Penelitian ini menggambarkan bahwa anak-anak dan remaja yang mengonsumsi permen cenderung tidak mengalami kelebihan berat badan. Namun, bukan berarti permen dapat menggantikan nutrisi pada makanan," ujar Dr Carol O’Neil, pemimpin penelitian.

    Menurutnya, hal ini bisa saja terjadi karena anak-anak akan terbiasa mengonsumsi porsi yang lebih sedikit setiap hari. Ia juga menambahkan bahwa ada kemungkinan anak yang rutin mengonsumsi permen melakukan olahraga lebih sering dibanding yang tidak.


      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 1:35 am