Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Siklus Haid Pengaruhi Berat Badan

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Siklus Haid Pengaruhi Berat Badan

    Post  via on Wed Jul 20, 2011 6:02 am

    Siklus Haid Pengaruhi Berat Badan


    Siklus haid pada wanita cenderung berhubungan erat dengan naik atau turunnya berat badan. Tidak hanya ketika menstruasi, ternyata hal ini juga terjadi menjelang dan sesudah menstruasi.

    Seperti dilansir dari SELF, Christine Gerbstadt, M.D., ahli diet dan juru bicara the American Dietetic Association menjelaskan perubahan berat badan berhubungan dengan fase menstruasi. Kenali empat fasenya!

    1. Menstruasi
    Ketika tubuh mulai menjalani siklus bulanan, kemungkin Anda akan merasa kram, kembung, lelah, dan suasana hati tak menentu. Sisi positifnya adalah ketika tubuh secara aktif mengalami pendarahan, maka akanmeluruhkan seluruh lapisan rahim dan mempersiapkan untuk siklus darah segar.

    Seiring berjalannya waktu, nafsu makan dan hasrat makan, serta kembung akan menghilang. Kenyataannya, Anda berada pada berat badan terendah selama satu bulan tepat setelah siklus berhenti. Jadi nikmatilah!

    2. Fase folikuler
    Fase folikuler adalah proses pematangan sel telur. Pada fase ini, tubuh akan bekerja keras untuk secara alami memilih sel telur yang sempurna. Hal inilah yang menyebabkan hormon estrogen meningkat.

    Sayangnya, peningkatan hormon estrogen seiring dengan meningkatnya berat badan. Apalagi, lapisan rahim akan menebal menyambut embrio yang akan dibuahi. Tubuh Anda mungkin akan naik sedikit hingga 1 kg.

    3. Ovulasi
    Menjelang fase ovulasi, Anda akan merasa lebih bersemangat, begitu pula tubuh. Anda akan sering merasa kembung, payudara pun mulai mengencang. Hal tersebut pun juga akan berdampak pada penambahan berat badan. Beberapa wanita dalam fase ini juga mengalami kebutuhan air berlebih sebagai responnya terhadap hormon.

    4. Fase luteal
    Fase luteal disebut sebagai masa setelah ovulasi. Yaitu masa saat ovulasi terjadi hingga hari pertama menstruasi.

    Pada fase ini, rasa kembung tidak akan Anda rasakan dalam beberapa hari. Namun beberapa hari setelahnya, Anda merasakan apa yang biasa disebut dengan sindroma pra menstruasi.

    Tidak hanya merasakan nafsu makan yang melonjak karena tubuh Anda mempersiapkan potensi kehamilan, Anda juga akan merasakan sangat ingin mengonsumsi makanan asin, manis, dan berlemak. Hal ini dapat membawa Anda pada kenaikan 1-1,5 kg.

    Tapi, perlu diingat bahwa setiap wanita akan mengalami siklus yang berbeda. Jika Anda mengonsumsi alat kontrasepsi hormonal, kenaikan berat badan mungkin akan lebih besar.



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 1:38 am