Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Amankah Penggunaan Obat Kumur?

    Share

    zuko

    152
    25.06.11

    Amankah Penggunaan Obat Kumur?

    Post  zuko on Thu Jul 21, 2011 1:15 am

    Amankah Penggunaan Obat Kumur?


    Sejumlah produsen obat kumur mempromosikan produknya ampuh menyegarkan napas dan mencegah plak di gigi. Namun baru-baru ini, Protector and Gamble justru menarik obat kumur 'Oral-B Tooth and Gum Care Mouth Rinse' serta 'Oral-B Tooth and Gum Care Alcohol-Free Mouth Rinse' dari pasar Indonesia. Penarikan itu dikarenakan obat kumur tersebut terdeteksi mengandung bakteri Burkholderia anthina.

    Dalam rilisnya, Otoritas Kesehatan Singapura menyebutkan, orang sehat yang menggunakan obat kumur Oral B tidak perlu terlalu khawatir. Tetapi, bagi yang mengalami masalah kesehatan atau imunitas rendah, seperti penyakit paru-paru kronis, lebih rentan terhadap infeksi bakteri. Disarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter.

    Selain berbahaya dan mengandung bakteri, penggunaan obat kumur bahkan sempat menjadi perdebatan sejumlah dokter gigi. Seperti dikutip dari laman Daily Mail, mereka menyatakan, penggunaan obat kumur justru tak baik untuk kesehatan.

    Lalu bagaimana faktor keamanan penggunaan obat kumur yang sesungguhnya?

    Menyikapi perdebatan itu, Profesor Robin Seymour, dokter gigi restoratif dari Newscastle University angkat bicara. Ia menjelaskan obat kumur umumnya mengandung sejumlah bahan yang dapat menimbulkan efek merugikan pada gigi dan gusi, jika tak digunakan dengan tepat.

    Dalam penelitiannya, Seymour menemukan banyak obat kumur mengandung alkohol hingga 26 persen. Kandungan alkohol ini memungkinkan tersimpannya bahan mentol, ekaliptol dan timol yang bisa membantu menembus serta memecah plak.

    Namun, alkohol juga dapat menyebabkan kekeringan pada mulut, dan meruntuhkan lapisan lendir, yang menjaga kelembaban rongga mulut. Inilah yang kemudian menyebabkan bau mulut. "Sensasi ini tentu tidak nyaman di mulut," ujarnya.

    Bahkan, sebuah penelitian yang diterbitkan 'The Dental Journal of Australia' tahun 2009 mengungkap bahwa kandungan etanol pada obat kumur menjadi salah satu zat penyebab kanker.

    Beberapa obat kumur bahkan dapat menimbulkan noda pada gigi. Hal ini disebabkan oleh bahan kimia yang disebut chlorhexidine glukomat. Penggunaan bahan ini secara teratur bisa menimbulkan bercak coklat pada enamel melalui reaksi kimia.

    “Clorohexidine dapat menimbulkan warna pada gigi dalam waktu sekitar 10 hari, terutama tanin yang juga ditemukan dalam cola, teh, kopi, dan anggur merah,” kata Seymour.

    Seymour menyarankan agar mengonsumsi obat kumur bebas alkohol. Ada beberapa produk obat kumur yang mengandung oksigen untuk menangkal mikroorganisme yang menyebabkan masalah mulut.

    Selain teliti memilih obat kumur, Seymour juga menyarankan agar tak langsung menggunakannya setelah menyikat gigi. Sebaiknya tunggu sekitar setengah jam. Ini untuk mencegah sodium sulfat pada pasta gigi berinteraksi dengan fluoride pada obat kumur, yang bisa menonaktifkan fungsi kedua zat itu.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 5:10 am