Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Botak dan Penyebabnya yang Sering Disalahpahami

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Botak dan Penyebabnya yang Sering Disalahpahami

    Post  clara on Thu Jul 21, 2011 1:52 am

    Botak dan Penyebabnya yang Sering Disalahpahami



    Kebotakan adalah salah satu hal yang paling ditakutkan oleh laki-laki dan sebisa mungkin dicegah. Namun masih banyak hal-hal yang salah kaprah mengenai kebotakan.

    Sebagian besar orang masih penasaran mengapa seseorang lebih rentan mengalami kebotakan dibanding yang lain. Karenanya para peneliti berusaha menggali lebih dalam mengenai kebotakan agar bisa menciptakan pengobatan yang tepat.

    Berikut ini beberapa mitos yang berkembang dan masih dipercaya oleh masyarakat mengenai kebotakan, seperti dikutip dari Askmen, yaitu:

    1. Botak hanya terjadi pada orang tua
    Hal ini jelas-jelas salah karena kenyataannya kebotakan pada laki-laki bisa dimulai sejak usia remaja. Tidak hanya itu, kebotakan justru paling umum terjadi pada laki-laki usia 20-30an tahun.

    2. Botak dipengaruhi oleh gen dari ibu
    Studi yang dilakukan tahun 2008 menemukan bahwa gen rambut rontok diindikasikan berasal dari salah satu orangtua, tapi tidak dijelaskan dari pihak ibu atau ayah. Hal ini menunjukkan bahwa gen kebotakan bukan hanya berasal dari ibu, tapi bisa juga diturunkan dari ayah.

    3. Gel, hairspray dan shampoo yang berlebihan bisa menyebabkan botak
    Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa bahan kimia dalam gel serta hairspray bisa memicu kebotakan, sehingga kabar tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya.

    4. Tanning bisa memicu kebotakan
    Tanning memang bisa menyebabkan beberapa masalah seperti melanoma dan kanker kulit lainnya, tapi tidak untuk kebotakan rambut. Meski begitu seseorang sebaiknya tidak terlalu sering melakukan tanning.

    5. Seseorang bisa menumbuhkan folikel rambut baru
    Para ahli dari Bosley Medical mengungkapkan bahwa jumlah folikel rambut yang didapatkan saat lahir adalah sama, dan satu-satunya cara untuk mendapatkan folikel rambut baru adalah melalui transplantasi.

    6. Stres bisa memicu kebotakan
    Stres yang kronis bisa mempengaruhi tubuh dan pikiran, meski membuat rambut rontok tapi stres tidak menyebabkan kebotakan. Berdasarkan Mayo Clinic ada 3 jenis kerontokan rambut yaitu alopesia areata (sel darah putih merebut folikel sehingga mengehentikan pertumbuhan rambut), telogen effluvium (rambut memasuki fase istirahat yang panjang) dan trichotillomania (penyakit mental yang menarik rambut secara kompulsif).

    7. Memakai topi bisa memicu kebotakan
    Tidak ada bukti ilmiah kuat untuk mendukung mitos ini. Jika topi yang digunakan tidak terlalu ketat, tidak terlalu lama dan disertai dengan perawatan rambut yang baik, maka topi tidak akan menjadi penyebab kerontokan rambut.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 10:24 pm