Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Kontroversi Ganti Kelamin Massal Anak India

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Kontroversi Ganti Kelamin Massal Anak India

    Post  clara on Sat Jul 23, 2011 10:38 am

    Kontroversi Ganti Kelamin Massal Anak India


    Terlahir sebagai seorang wanita di India berarti sebuah perjuangan berat, bagi si anak maupun keluarga. Budaya setempat masih menjadi hambatan besar. Sehingga, operasi mengganti kelamin anak perempuan menjadi anak laki-laki marak di kalangan menengah atas negeri ini.

    Keluarga wanita harus memberi mahar d ke atas £2.000 sekitar Rp30 juta untuk mengubah kelamin anak perempuan menjadi anak laki-laki lewat prosedur genitoplasty.

    Menurut juru bicara pemerintah, Madhya Pradesh, angka operasi ganti kelamin semakin tinggi, mencapai 300 orang pertahun. Sebab orang tua mengaku khawatir dengan biaya pernikahan dan mas kawin.

    "Angka yang semakin buruk," katanya. "Pada tahun 2001 ada 886 anak perempuan lahir untuk setiap 1.000 anak laki-laki di Delhi. Hari ini, hanya ada 866," ujarnya.

    Semakin terdidik dan kaya masyarakat, katanya, semakin banyak pembunuhan terhadap anak perempuan. Sebab, orang tidak ingin berbagi harta mereka dengan orang lain atau berinvestasi dalam pendidikan anak perempuan dan membayar mas kawin mereka.

    "Ini merupakan keserakahan kelas menengah setelah uang. Sangat mengejutkan dan melanggar hak-hak anak. "

    Selama penyelidikan, para dokter yang dituduh melakukan operasi, mengklaim bahwa hal tersebut dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai karakteristik anak.

    Seorang pemerhati sosial Ranjana Kumari menjelaskan, makna spiritual kehadiran seorang wanita dalam rumah tangga. Dia mengatakan, wanita harus didukung secara finansial serta mendapat pekerjaan.



      Waktu sekarang Thu Jan 19, 2017 9:12 am