Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kulit Bawang Merah Jangan Dibuang Karena Bisa Jadi Obat

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Kulit Bawang Merah Jangan Dibuang Karena Bisa Jadi Obat

    Post  lea on Sat Jul 23, 2011 11:39 am

    Kulit Bawang Merah Jangan Dibuang Karena Bisa Jadi Obat


    Saat menggunakan bawang merah untuk masak, kebanyakan orang akan mengupas kulit dan membuangnya. Padahal kulit bawang merah sangat kaya manfaat kesehatan dan bisa dijadikan obat untuk penyakit kardiovaskular, keluhan gastrointestinal, kanker usus besar, diabetes tipe-2 dan obesitas.

    Produksi limbah bawang merah terus meningkat sejalan dengan banyaknya permintaan. Lebih dari 500.000 ton limbah bawang merah dihasilkan Uni Eropa setiap tahun, yang telah menjadi masalah lingkungan.

    Limbah bawang ini termasuk kulit cokelat kering, lapisan luar, akar dan batang, serta bawang yang tidak cukup besar untuk digunakan secara komersil atau bawang yang rusak.

    "Salah satu solusi yang digunakan untuk limbah bawang merah adalah sebagai bahan alami dengan nilai fungsional tinggi, karena sayuran ini kaya akan senyawa yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia," ujar Vanesa Benitez, seorang peneliti di Departemen Kimia Pertanian Autonomous University of Madrid, Spanyol, seperti dilansir Health24.

    Kelompok riset Benitez bekerja dengan para ilmuwan dari Cranfield University, Inggris, untuk melakukan eksperimen laboratorium untuk mengidentifikasikan zat dan kemungkinan penggunaan setiap bagian bawang.

    Menurut penelitian, kulit coklat bawang dapat digunakan sebagai bahan fungsional tinggi serat (terutama jenis non larut) dan senyawa fenolik, seperti quercetin dan flavonoid lain (metabolit tanaman dengan sifat obat). Dua lapisan berdaging luar bawang juga mengandung serat dan flavonoid.

    "Makan serat mengurangi risiko menderita penyakit kardiovaskular, keluhan gastrointestinal, kanker usus besar, diabetes tipe-2 dan obesitas," jelas peneliti.

    Senyawa fenolik diketahui dapat membantu mencegah penyakit koroner dan memiliki sifat anti-karsinogenik. Tingginya tingkat senyawa ini di kulit kering dan lapisan luar umbi bawang juga memberikan kapasitas antioksidan yang tinggi.

    Peneliti menyarankan menggunakan bagian-bagian internal dan bawang utuh yang dibuang sebagai sumber fruktan dan senyawa belerang. Fruktan adalah prebiotik, dengan kata lain memiliki efek kesehatan yang menguntungkan, karena secara selektif merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri dalam usus besar.

    Senyawa belerang mengurangi akumulasi trombosit, meningkatkan aliran darah dan kesehatan jantung secara umum. Senyawa ini juga memiliki efek positif pada antioksidan dan sistem anti-inflamasi pada mamalia.

    "Hasil penelitian menunjukkan bahwa akan berguna untuk memisahkan bagian-bagian yang berbeda dari bawang yang dihasilkan selama proses industri. Ini akan memungkinkan limbah bawang untuk digunakan sebagai sumber senyawa fungsional yang akan ditambahkan ke bahan makanan lain," jelas Benitez.

    Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Plant Foods for Human Nutrition.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 8:32 pm