Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tips Menjaga Kesehatan Tulang

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Tips Menjaga Kesehatan Tulang

    Post  lea on Tue Jul 26, 2011 6:08 am

    Tips Menjaga Kesehatan Tulang


    Saat muda, pembentukan sel tulang baru lebih cepat daripada penghancuran tulang tua sehingga kepadatan tulang masih terjaga. Setelah usia 30 tahun yang terjadi penghancuran sel tulang tua lebih cepat daripada pembentukan sel tulang baru.

    Semakin tinggi kepadatan tulang, semakin kecil kemungkinan untuk mengalami osteoporosis yaitu, suatu kondisi yang menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh.

    Seperti dikutip dari MayoClinic, memahami bagaimana diet, aktivitas fisik dan faktor gaya hidup lainnya dapat membantu menjaga kesehatan tulang.

    Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan tulang, antara lain:

    1. Jumlah kalsium dalam asupan makanan
    Asupan makanan yang rendah kalsium menyebabkan kepadatan tulang berkurang, tulang keropos secara dini dan risiko patah tulang meningkat.

    2. Tingkat aktivitas fisik
    Seseorang dengan aktivitas fisik yang rendah memiliki risiko osteoporosis yang lebih tinggi dibandingkan yang aktif.

    3. Merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan
    Penelitian menunjukkan bahwa merokok dapat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh. Jika mengonsumsi lebih dari dua botol minuman beralkohol sehari dapat meningkatkan risiko osteoporosis, karena alkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium.

    4. Faktor gender
    Wanita memiliki jaringan tulang lebih sedikit daripada laki-laki.

    5. Faktor usia
    Semakin tua usia tulang lebih tipis dan rapuh.

    6. Faktor ras, indeks massa tubuh, dan genetik
    Risiko terbesar adalah ras Mongoloid (Asia). Indeks massa tubuh yang rendah (19 atau kurang) juga memiliki risiko yang lebih besar. Selain itu, memiliki orangtua atau saudara yang mengalami osteoporosis juga memiliki risiko yang lebih besar (faktor genetik).

    7. Faktor hormonal
    Pembentukan hormon tiroid yang terlalu banyak dapat menyebabkan rapuhnya tulang. Pada wanita, kerapuhan tulang meningkat secara drastis pada masa menopause karena kadar estrogen yang menurun. Amenorrhea (masa tidak menstruasi sebelum masa menopause) dalam jangka panjang, juga meningkatkan risiko osteoporosis. Pada pria, kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan hilangnya kepadatan tulang.

    8. Gangguan makan
    Orang yang menderita anoreksia atau bulimia memiliki risiko yang tinggi mengalami kerapuhan tulang. Selain itu, gastrectomy (salah satu prosedur operasi pada perut), operasi penurunan berat badan dan penyakit Crohn, penyakit Celiac dan penyakit Cushing dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium.

    9. Penggunaan obat tertentu
    Penggunaan jangka panjang obat kortikosteroid, seperti prednison, kortison, prednisolon dan deksametason dapat menyebabkan kerusakan tulang. Obat lain yang terkait dengan peningkatan risiko osteoporosis antara lain: penggunaan jangka panjang inhibitor aromatase untuk mengobati kanker payudara, obat antidepresan yang disebut selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), pengobatan obat kanker dengan methotrexate, beberapa obat anti-kejang, the acid-blocking drugs yang biasa disebut proton pump inhibitors dan antasid yang mengandung aluminium.

    Apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang?

    Langkah-langkah untuk mencegah kerusakan tulang, antara lain:

    1. Meningkatkan kandungan kalsium dalam asupan makanan
    Untuk dewasa (usia 19-50 tahun) dan pria berusia 51-70 tahun, Institute of Medicine merekomendasikan 1.000 mg kalsium per hari.
    Rekomendasi meningkat menjadi 1.200 mg per hari untuk wanita usia lebih 51 tahun dan pria usia lebih dari 71 tahun.

    Kalsium terdapat dalam almond, brokoli, kangkung, salmon kalengan, sarden, dan kedelai dan olahannya (tahu dan tempe). Jika merasa sulit untuk mendapatkan cukup kalsium dari pola makan sehari-hari, berkonsultasilah kepada dokter tentang suplemen kalsium.

    2. Perhatikanlah asupan vitamin D
    Untuk dewasa (usia 19-70 tahun), Institute of Medicine merekomendasikan 600 IU (international units) vitamin D sehari. Rekomendasi meningkat menjadi 800 IU sehari untuk dewasa (usia lebih dari 71 tahun).

    3. Pastikan memiliki aktivitas fisik yang cukup setiap harinya
    Aktivitas fisik seperti berjalan, jogging, tenis, dan menaiki tangga dapat membantu tubuh membentuk tulang yang kuat dan memperlambat proses kerapuhan tulang.

    4. Hindari merokok dan tidak minum lebih dari dua minuman beralkohol dalam sehari.

    5. Pertimbangkan penggunaan obat
    Sejumlah obat yang tersedia untuk membantu memperlambat proses kerusakan tulang dan mempertahankan kepadatan tulang, termasuk bifosfonat (Fosamax, Actonel, Boniva) dan raloxifene (Evista). Jika mengonsumsi obat yang mempengaruhi kesehatan tulang, berkonsultasilah kepada dokter. Dokter akan memonitor kepadatan tulang dan mungkin dapat merekomendasikan obat lain untuk membantu mencegah kerusakan tulang.

    6. Pertimbangan terapi hormon bagi wanita
    Terapi Estrogen, terutama dimulai segera setelah menopause, dapat membantu mempertahankan kepadatan tulang. Namun, penggunaan terapi hormon dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah, kanker endometrium dan kemungkinan kanker payudara. Berkonsultasilah kepada dokter apakah memerlukan terapi hormon.

    Jika khawatir dengan kesehatan tulang atau faktor risiko mengalami osteoporosis, berkonsultasilah kepada dokter. Dokter mungkin dapat merekomendasikan tes kepadatan tulang. Hasil tes akan membantu dokter mengukur kepadatan tulang dan menentukan tingkat kerusakan tulang yang telah terjadi.



      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 12:58 am