Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Otak Tidak Langsung Mati Ketika Kepala Dipenggal

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Otak Tidak Langsung Mati Ketika Kepala Dipenggal

    Post  kuning on Thu Jul 28, 2011 3:57 pm

    Otak Tidak Langsung Mati Ketika Kepala Dipenggal


    Umumnya orang berpikir otak akan langsung mati ketika kepala seseorang dipenggal. Tapi ternyata peneliti menemukan bahwa otak tidak langsung mati ketika terjadi pemenggalan kepala.

    Dokter berpikir kematian adalah suatu proses yang dimulai dengan berhentinya napas dan kinerja jantung. Namun ternyata tidak berarti semua sel yang ada di tubuh langsung mati.

    Studi yang dilakukan tahun 2002 dan dilaporkan dalam Journal of Cellular and Molecular Medicine menemukan bahwa sel-sel otak yang diambil beberapa jam setelah kematian bisa bertahan hidup selama berminggu-minggu dilaboratorium. Tapi kondisi otak dilaboratorium dan yang tidak, tentu saja berbeda.

    Karenanya peneliti Anton Coenen dari Radboud University Nijmegen dan koleganya melakukan studi dengan menggunakan hewan percobaan tikus yang dipenggal kepalanya. Tikus yang digunakan dalam studi ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu tikus yang dipenggal dalam keadaan sadar serta yang dibius. Lalu peneliti akan mengukur aktivitas fisik dari otak binatang ini dengan menggunakan alat electroencephalograph (EEG).

    Hasil EEG terputus sekitar 17 detik setelah pemenggalan. Tapi peneliti melihat ada sesuatu yang aneh, sekitar 1 menit setelah pemenggalan secara perlahan sebuah gelombang listrik besar bergejolak di dalam otak tikus.

    Tim Coenen berspekulasi bahwa neuron (saraf) berkomunikasi dengan sinyal listrik sebagai akibat dari ketidakseimbangan muatan positif dan negatif di sepanjang dinding sel yang disebut dengan potensial membran.

    Gelombang yang dilihat oleh tim peneliti ini disebut dengan 'gelombang kematian' dan sebagai tanda dari kematian otak yang irreversible. Hal ini menunjukkan butuh beberapa waktu sebelum akhirnya otak mati setelah pemenggalan.

    Meski begitu beberapa peneliti beranggapan secara teoritis sel-sel otak ini masih bisa bekerja setelah 'gelombang kematian' jika diberikan kembali suplai oksigen dan glukosa.

    "Kami akan menyelidiki lebih lanjut apakah kerusakan yang disebabkan oleh datangnya 'gelombang kematian' ini bersifat irreversible atau tidak," ujar Coenen, seperti dikutip dari LiveScience.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 12:00 pm