Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Otak Tidak Langsung Mati Ketika Kepala Dipenggal

    Share
    avatar
    kuning

    557
    07.10.09

    Otak Tidak Langsung Mati Ketika Kepala Dipenggal

    Post  kuning on Thu Jul 28, 2011 3:57 pm

    Otak Tidak Langsung Mati Ketika Kepala Dipenggal


    Umumnya orang berpikir otak akan langsung mati ketika kepala seseorang dipenggal. Tapi ternyata peneliti menemukan bahwa otak tidak langsung mati ketika terjadi pemenggalan kepala.

    Dokter berpikir kematian adalah suatu proses yang dimulai dengan berhentinya napas dan kinerja jantung. Namun ternyata tidak berarti semua sel yang ada di tubuh langsung mati.

    Studi yang dilakukan tahun 2002 dan dilaporkan dalam Journal of Cellular and Molecular Medicine menemukan bahwa sel-sel otak yang diambil beberapa jam setelah kematian bisa bertahan hidup selama berminggu-minggu dilaboratorium. Tapi kondisi otak dilaboratorium dan yang tidak, tentu saja berbeda.

    Karenanya peneliti Anton Coenen dari Radboud University Nijmegen dan koleganya melakukan studi dengan menggunakan hewan percobaan tikus yang dipenggal kepalanya. Tikus yang digunakan dalam studi ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu tikus yang dipenggal dalam keadaan sadar serta yang dibius. Lalu peneliti akan mengukur aktivitas fisik dari otak binatang ini dengan menggunakan alat electroencephalograph (EEG).

    Hasil EEG terputus sekitar 17 detik setelah pemenggalan. Tapi peneliti melihat ada sesuatu yang aneh, sekitar 1 menit setelah pemenggalan secara perlahan sebuah gelombang listrik besar bergejolak di dalam otak tikus.

    Tim Coenen berspekulasi bahwa neuron (saraf) berkomunikasi dengan sinyal listrik sebagai akibat dari ketidakseimbangan muatan positif dan negatif di sepanjang dinding sel yang disebut dengan potensial membran.

    Gelombang yang dilihat oleh tim peneliti ini disebut dengan 'gelombang kematian' dan sebagai tanda dari kematian otak yang irreversible. Hal ini menunjukkan butuh beberapa waktu sebelum akhirnya otak mati setelah pemenggalan.

    Meski begitu beberapa peneliti beranggapan secara teoritis sel-sel otak ini masih bisa bekerja setelah 'gelombang kematian' jika diberikan kembali suplai oksigen dan glukosa.

    "Kami akan menyelidiki lebih lanjut apakah kerusakan yang disebabkan oleh datangnya 'gelombang kematian' ini bersifat irreversible atau tidak," ujar Coenen, seperti dikutip dari LiveScience.



      Waktu sekarang Wed Jul 26, 2017 11:37 pm