Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Bangun Setelah 21 Jam di Peti Es Kamar Mayat

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Bangun Setelah 21 Jam di Peti Es Kamar Mayat

    Post  via on Fri Jul 29, 2011 1:18 am

    Bangun Setelah 21 Jam di Peti Es Kamar Mayat


    Seorang pria lanjut usia Afrika Selatan terbangun dan menemukan dirinya terbaring dalam lemari es kamar mayat di Johannesburg, hampir sehari semalam setelah dinyatakan meninggal dunia.

    Seorang juru bicara departemen kesehatan, Sizwe Kupelo, mengatakan pria berusia sekitar 80 tahun tersebut terbangun pada Minggu pekan lalu, setelah 21 jam dikirim ke kamar mayat akibat serangan asma.

    Penjaga kamar mayat, Maqolo mengatakan, saat diantar ke sini, pemeriksaan supir yang memeriksanya tidak menemukan adanya denyut nadi maupun detak jantung. "Tidak ada denyut jantung dan nadi," ucap Maqolo kepada kantor berita Associated Press.

    Tubuh pria tersebut kemudian ditempatkan dalam kompartemen berpendingin. Sehari setelahnya, seorang penjaga kamar mayat mendengar teriakan minta tolong seseorang dari arah kompartemen pendingin mayat. "Saya tak percaya! Saya takut, tapi saya harus menunjukkan saya tidak takut. Lalu, saya menelepon polisi."

    Setelah polisi tiba dengan bersenjata lengkap, mereka memeriksa kamar mayat bersama-sama. Mereka menemukan si kakek dalam keadaan pucat dengan tubuh dingin saat ditarik keluar dari kotak pembeku mayat. "Dia bertanya, 'Bagaimana aku sampai di sini?'" Kata Maqolo.

    Departemen kesehatan mengatakan, pria itu langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk observasi dan perawatan sampai dinyatakan stabil.

    Menurut keluarganya, mereka tengah menggelar pertemuan keluarga saat berita bangunnya jenazah datang. "Mereka sedang mengatur pemakaman namun sangat senang bahwa dia akan kembali ke rumah," ujar Kupelo seperti dikutip dari News Daily.

    Pengalaman menginap di kotak mayat berpendingin masih menyisakan trauma pada si kakek. "Aku tidak bisa tidur semalam, aku mimpi buruk," katanya. "Tapi hari ini aku jauh lebih baik."


      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 12:47 pm