Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Bangun Setelah 21 Jam di Peti Es Kamar Mayat

    Share
    avatar
    via

    863
    04.03.09

    Bangun Setelah 21 Jam di Peti Es Kamar Mayat

    Post  via on Fri Jul 29, 2011 1:18 am

    Bangun Setelah 21 Jam di Peti Es Kamar Mayat


    Seorang pria lanjut usia Afrika Selatan terbangun dan menemukan dirinya terbaring dalam lemari es kamar mayat di Johannesburg, hampir sehari semalam setelah dinyatakan meninggal dunia.

    Seorang juru bicara departemen kesehatan, Sizwe Kupelo, mengatakan pria berusia sekitar 80 tahun tersebut terbangun pada Minggu pekan lalu, setelah 21 jam dikirim ke kamar mayat akibat serangan asma.

    Penjaga kamar mayat, Maqolo mengatakan, saat diantar ke sini, pemeriksaan supir yang memeriksanya tidak menemukan adanya denyut nadi maupun detak jantung. "Tidak ada denyut jantung dan nadi," ucap Maqolo kepada kantor berita Associated Press.

    Tubuh pria tersebut kemudian ditempatkan dalam kompartemen berpendingin. Sehari setelahnya, seorang penjaga kamar mayat mendengar teriakan minta tolong seseorang dari arah kompartemen pendingin mayat. "Saya tak percaya! Saya takut, tapi saya harus menunjukkan saya tidak takut. Lalu, saya menelepon polisi."

    Setelah polisi tiba dengan bersenjata lengkap, mereka memeriksa kamar mayat bersama-sama. Mereka menemukan si kakek dalam keadaan pucat dengan tubuh dingin saat ditarik keluar dari kotak pembeku mayat. "Dia bertanya, 'Bagaimana aku sampai di sini?'" Kata Maqolo.

    Departemen kesehatan mengatakan, pria itu langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk observasi dan perawatan sampai dinyatakan stabil.

    Menurut keluarganya, mereka tengah menggelar pertemuan keluarga saat berita bangunnya jenazah datang. "Mereka sedang mengatur pemakaman namun sangat senang bahwa dia akan kembali ke rumah," ujar Kupelo seperti dikutip dari News Daily.

    Pengalaman menginap di kotak mayat berpendingin masih menyisakan trauma pada si kakek. "Aku tidak bisa tidur semalam, aku mimpi buruk," katanya. "Tapi hari ini aku jauh lebih baik."


      Waktu sekarang Sat Jul 22, 2017 5:43 am