Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Tubuh Gemuk? Salahkan Otak Anda

    Share
    avatar
    lea

    391
    Age : 32
    08.03.09

    Tubuh Gemuk? Salahkan Otak Anda

    Post  lea on Sat Jul 30, 2011 9:16 am

    Tubuh Gemuk? Salahkan Otak Anda


    Keinginan untuk terus-menerus makan makanan berlemak sebenarnya bukan hanya karena rasa lapar. Pemicu utamanya adalah hasrat makan yang begitu besar dan semua bermula pada otak.

    Seperti dilansir dari healtmeup.com, penelitian yang dilakukan tim dari University of Cologne, Jerman, menunjukkan keinginan makan makanan berlemak memang dipicu kondisi otak dan level insulin serta leptin dalam tubuh Anda. Dokter Praveen Gupta, ahli saraf dari Rumah Sakit Artemis, India, mengungkapkan hal ini karena hanya dengan melihat makanan, otak akan aktif membangkitkan hasrat makan.

    "Hanya karena mengabaikan informasi kesehatan, sangat mudah bagi otak untuk meyakinkan Anda mengonsumsi makanan yang tidak sehat," katanya.

    Kondisi otak kita merupakan faktor penting dalam menentukan kebiasaan makan, termasuk seberapa banyak makanan yang dikonsumsi. Pikiran dan perasaan dapat membawa perubahan neurotransmitter dan lingkungan kimia di otak yang mengatur rasa lapar, kenyang dan pencitraan tubuh.

    Makan memang kebutuhan biologis, tetapi selain itu kita juga memiliki pertimbangan psikologis ketika memilih dan mengonsumsi makanan. Sikap yang muncul karena dorongan psikologis ini memengaruhi cara kita menafsirkan makanan, termasuk rasa lapar dan kenyang dan bisa menyebabkan gangguan kebiasaan makan.

    "Beberapa orang bisa jadi pecandu makanan karena kondisi psikologis. Mereka menjadikan makanan seperti obat penenang, yaitu sangat membutuhkan makanan ketika mengalami tekanan emosi yang kuat," kata Dr. Pulkit Sharma, seorang psikolog klinis.

    Hal ini memengaruhi neurotransmitter di otak. Orang bisa cenderung makan berlebihan ketika mengalami kejenuhan atau tekanan. Rasa lapar pun bisa dijadikan pengendalian emosi. Mengurangi asupan makanan dan kelaparan, terkadang menimbulkan perasaan bangga pada oang yang kecanduan makanan.



      Waktu sekarang Sat Jul 29, 2017 1:49 am