Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kota Ini Larang Wanita Pakai Celana Panjang

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Kota Ini Larang Wanita Pakai Celana Panjang

    Post  lea on Wed Aug 03, 2011 6:00 am

    Kota Ini Larang Wanita Pakai Celana Panjang


    Siapa yang tak kenal Paris, Prancis. Kota ini dikenal sebagai salah satu kiblat mode dunia. Siapa sangka, ada larangan unik yang berlaku sejak 200 tahun lalu di Paris, bahwa wanita tak boleh mengenakan celana panjang.

    Larangan aneh ini pertama kali diperkenalkan pada akhir 1799 oleh kepala polisi Paris. Dari situ, pemerintah paris menetapkan setiap wanita yang ingin 'berpakaian seperti pria' harus meminta izin khusus dari kepolisian yang akan memeriksa kondisi kesehatan kaki mereka.

    Seorang senator wanita, Maryvonne Blondin, yang pertama kali menemukan aturan baru sebelum mengajukan agar larangan tersebut dicabut. "Saya menemukan mengenai aturan ini tahun lalu dan saya kagum," ucapnya seperti dikutip dari Telegraph.

    Bulan lalu, ia mengajukan pencabutan aturan tersebut di Senat Paris. Larangan ini diberlakukan di Paris tidak lama setelah Revolusi Prancis. Pada tahun 1892, aturan tersebut dilonggarkan dengan amandemen berbunyi 'celana panjang diizinkan selama wanita memegang tali kekang kuda.'

    Kemudian, pada tahun 1909, aturan itu lebih dipermudah dengan sebuah klausul tambahan yang memungkinkan wanita mengenakan celana saat mengendarai sepeda.

    Pada tahun 1969, di tengah gerakan global menuju kesetaraan gender, dewan meminta polisi kota Paris mengubahnya dengan sebuah dekrit. Jawabannya adalah: "Tidaklah bijaksana untuk mengubah teks yang diramalkan maupun tak terduga dalam mode yang dapat kembali ke permukaan."
    Aturan ini bertentangan dengan undang-undang yang telah membuat pria dan wanita setara di mata konstitusi Perancis sejak 1946. Mengingat bahwa celana panjang wajib bagi polisi Paris, secara teori mereka semua melanggar hukum. Tahun lalu, Dewan Paris berusaha agar teks itu dihapus, tetapi polisi markas di ibukota Perancis mengatakan aturan tersebut merupakan 'arkeologi hukum' dan bukan sebuah prioritas.

    Presiden Nicolas Sarkozy berjanji menyisihkan waktu khusus agar parlemen meninjau undang-undang Perancis kuno yang harus dicabut.
    Pada tahun 1972, mantan menteri hukum Michele Alliot-Marie, dikenal lewat aksinya dengan celana panjang saat memasuki Majelis nasional. Saat dihentikan juru sita akibat bercelana, ia berseru, "Jika celana saya mengganggu Anda, saya akan membukanya sesegera mungkin."



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 11:02 pm