Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Anak Perempuan Kurang Vitamin D Lebih Cepat Dapat Haid Pertama

    Share

    anima

    28
    05.07.11

    Anak Perempuan Kurang Vitamin D Lebih Cepat Dapat Haid Pertama

    Post  anima on Sun Aug 14, 2011 5:30 pm

    Anak Perempuan Kurang Vitamin D Lebih Cepat Dapat Haid Pertama


    Anak perempuan yang mendapat haid lebih dini (menarche) cenderung punya masalah kesehatan dan psikososial pada remaja. Kadang haid terlalu dini membuat anak perempuan mengalami kesulitan dalam pergaulan dengan teman sebaya karena dianggap dewasa sebelum waktunya.

    Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa gadis yang mengalami menstruasi dini memiliki risiko tinggi terserang penyakit kardiometabolik (jantung) dan kanker, terutama kanker payudara ketika ia dewasa.

    Namun penelitian baru-baru ini menemukan kaitan antara rendahnya vitamin D dengan menstruasi dini pada anak perempuan muda. Hasilnya, anak perempuan yang memiliki kadar vitamin D rendah berisiko dua kali lebih mungkin untuk mengalami menstruasi dibandingkan dengan anak gadis yang memiliki kadar vitamin D cukup.

    "Di seluruh dunia, telah terjadi penurunan usia menstruasi pertama atau menarche selama bertahun-tahun," kata Eduardo Villamor, profesor epidemiologi University of Michigan School of Public Health seperti dilansir esciencenews.

    Awalnya ia mencurigai faktor lingkunganlah yang menjadi penyebabnya karena faktor genetika yang memicu pubertas tidak berubah. "Tapi kami baru mengetahui sedikit tentang pemicu pubertas dari perspektif lingkungan. Jika kita mempelajari penyebab penurunan usia menstruasi pertama, kita mungkin dapat mengembangkan intervensi untuk mencegah menarche dini," kata Villamor.

    Penelitian sebelumnya telah menyarankan bahwa menarche lebih lambat dialami oleh anak perempuan yang tinggal dekat Khatulistiwa dibandingkan dengan anak perempuan yang tinggal di negara-negara utara. Kebetulan, anak perempuan di negara-negara utara mungkin memiliki kadar vitamin D yang rendah karena paparan sinar matahari terbatas pada musim dingin.

    Dalam penelitian itu ditemukan, 57 persen dari anak perempuan dalam kelompok kekurangan vitamin D mencapai menarche selama penelitian. Sedangkan ada kelompok vitamin D-yang memadai sebanyak 23 persen. Dalam segi usia, perempuan yang rendah vitamin D nya mengalami menarche ketika berusia rata-rata 11,8 tahun, sedangkan pada kelompok lain di sekitar usia 12,6 tahun.

    "Perbedaan 10 bulan ini cukup substansial karena 10 bulan tidaklah lama, pada usia itu banyak yang terjadi dengan cepat pada tubuh seorang gadis muda," tutur Villamor. Meskipun hasil menunjukkan adanya hubungan antara vitamin D dan menarche tapi belum ditemukan hubungan sebab akibat.

    Penelitian yang dilakukan University of Michigan School of Public Health mengukur kadar vitamin D dalam darah pada 242 anak perempuan berusia 5-12 tahun di Bogota, Kolombia. Anak-anak perempuan ini dipantau selama 30 bulan.



      Waktu sekarang Mon Sep 26, 2016 3:49 pm