Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Yang Harus Dipahami Sebelum Dibius untuk Operasi

    Share

    spirit

    3
    29.07.11

    Yang Harus Dipahami Sebelum Dibius untuk Operasi

    Post  spirit on Tue Aug 16, 2011 3:40 pm

    Yang Harus Dipahami Sebelum Dibius untuk Operasi


    Semua tindakan medis selalu disertai dengan efek samping yang bervariasi dari risiko yang minimal sampai dengan risiko yang mengancam nyawa. Tindakan anestesi atau pembiusan tidak luput dari risiko medis.

    Tapi disayangkan bidang ini tidak terlalu diperhatikan oleh pasien. Padahal dalam tindakan pembedahan dan pembiusan mempunyai peran dan risiko yang serupa pentingnya. Oleh karena itu penting kiranya untuk melakukan konsultasi anestesi sebelum tindakan pembedahan.

    Berikut adalah beberapa hal yang seharusnya anda memahami sebelum tindakan pembiusan.

    1. Jenis anestesi yang akan dilakukan
    Pada umumnya ada 3 jenis teknik anestesi, yaitu anestesi lokal, regional, dan anestesi umum. Perbedaan utamanya ada pada pemberian obat anestesi dan kesadaran pasien saat operasi, yang tentunya akan berfek pada fase paska operasi.

    2. Puasa
    Hal yang mudah tetapi sering disepelekan dan sangat bisa berdampak buruk apabila tidak dipatuhi. Puasa sangat penting terutama apabila pasien akan dibantu untuk tertidur (dengan obat anestesi). Pada pasien yang tidak mematuhi anjuran puasa, makanan atau minuman yang belum terserap lambung dapat dengan pasif termuntahkan yang dapat kemudian masuk ke paru-paru sehingga menyebabkan efek buruk pada paru-paru. Berapa jam lamanya operasi mempunya aturan tertentu. Sangat penting untuk dipatuhi.

    3. Penyakit lain
    Beritahukan pula kepada tenaga medis apabil Anda mempunyai penyakit tertentu (asma, diabetes mellitus, sakit jantung, epilepsy, gastritis/maag, dll) dan sedang mengonsumsi obat-obatan sebagai terapi penyakit tersebut. Dokter akan menyesuaikan tindakan dan obat-obatan. Dokter juga akan memberikan instruksi mengenai dosis dan cara konsumsi obat tersebut sebelum operasi. Informasikan pula apabila Anda mengetahui sedang hamil. Dokter akan mendiskusikan apakah operasi perlu dilakukan selama kehamilan atau dapat menunggu setelah persalinan.

    4. Hal lain sebelum operasi
    Apabila beberapa jam sebelum operasi Anda merasakan perubahan kondisi tubuh, seperti batuk pilek yang memberat, mual muntah atau demam, alangkah baiknya untuk menginformasikan kepada tenaga medis. Informasikan pula apabila Anda seorang perokok.

    5. Kesadaran selama operasi
    Terutama untuk anestesi lokal dan regional, pasien dapat sadar selama operasi dilakukan. Apabila Anda menghendaki untuk tidur, informasikan kepada tenaga medis anestesi.

    6. Paska pembiusan
    Bergantung dari berat atau ringannya pembedahan dan pembiusan, pasien dapat kembali ke bangsal perawatan, bangsal lain yang disesuaikan (ICU, dll), atau dapat pula langsung pulang. Tanyakan dan pahami tentang hal-hal yang harus diperhatikan selama di bangsal atau dirumah.

    7. Risiko post operasi
    Beberapa keluhan yang sering ditemui paska operasi antara lain adalah:
    - Mual muntah
    - Nyeri tenggorokan, luka pada area mulut terutama bila dilakukan pembiusan dengan anestesi umum dengan menggunakan pipa bantu nafas.
    - Lebam pada bekas suntikan
    - Nyeri punggung atau nyeri kepala sementara, terutama setelah anestesi spinal/epidural.

    Penulis
    M. Helmi MD ,MSc, Anesthesiologist
    PhD Research Fellow



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 3:17 am