Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Sebuah Renungan

    Share
    avatar
    La Rose

    76
    16.08.11

    Sebuah Renungan

    Post  La Rose on Wed Aug 17, 2011 9:11 am

    Sebuah Renungan


    Kadang....kita merasa bahwa orang yang kita cintai juga merasakan hal yang sama dengan kita. Namun, kita hanya melihat itu semua dengan kasat mata. Sementara jauh di lubuk hati kita yang terdalam, kita tahu bahwa dia tidak merasakan apapun terhadap diri kita.

    Dan kita berusaha sekeras-kerasnya untuk menyangkal itu semua. Dan mulai mengambil keuntungan dari ketidakberdayaannya dengan memposisikan diri kita sebagai korban, sehingga membuat dia merasa semakin bertanggung jawab. Kemudian kita semakin merasa takut kehilangan, hanya karena kita sudah terbiasa dengan kehadirannya. Kadang.....rasa cinta yang kita rasakan pun menjadi bias. Rasa takut kehilangan, keinginan untuk memiliki seseorang yang selalu ada di sisi kita, dan keinginan untuk membuat hubungan seperti sebuah dongeng seolah tersamarkan dalam bentuk cinta.

    Tapi pernahkah kita benar-benar bertanya pada hati nurani kita? Mata kita mungkin buta untuk melihat kenyataan yang ada di depan mata kita. Namun hati kita tidak buta. Hati kita tahu, ada sesuatu yang salah sedang terjadi. Kita mungkin mengatasnamakan cinta untuk membuat dia tetap ada di sisi kita. Tapi....kita semua tahu, cinta saja tidak cukup untuk menjalani sebuah hubungan. Kita akan terlihat seperti orang tolol yang mengharap semuanya akan berjalan sesuai dengan keinginan atau harapan kita dan menolak untuk melihat kenyataan.

    Apakah akan membuat kita bahagia, apabila kita tahu bahwa orang yang kita cintai sedang bersandiwara? Apakah akan membuat kita bahagia, apabila kita tahu dengan menjalani kehidupan seperti itu akan membuat batinnya tersiksa dan tertekan? Apakah akan membuat kita bahagia, apabila kita tahu bahwa kita dapat memenjara fisiknya, namun tidak dengan hatinya? Apakah akan membuat kita bahagia apabila dia menderita?

    Sahabat, apabila semua itu tidak membuat kita bahagia maka relakanlah dia pergi. Relakanlah dia untuk meraih bahagianya. Relakanlah dia untuk bersama orang-orang yang dengan tulus dia cintai. Percayalah, itu juga akan membuat hidup kita bahagia. Itu juga akan membuat dirimu berharga....



      Waktu sekarang Sat Jul 22, 2017 1:54 pm