Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tergoda Lipstik

    Share

    line

    21
    18.08.11

    Tergoda Lipstik

    Post  line on Thu Aug 18, 2011 12:12 pm

    Tergoda Lipstik

    Selama ini, saya hanya menjadi silent reader dan komentator pasif. Saya coba memberanikan diri mengirim tulisan ini setelah beberapa tahun tidak menulis karena kesibukan studi dan pekerjaan yang cukup menyita waktu senggang saya. Jadi mohon dimaafkan, ya. jika masih ada yang salah dalam penulisannya.

    Baru-baru ini, aku keranjingan lipstik setelah melihat gambar bibir di salah satu web saat sedang membaca sebuah berita tentang bibir. Entah kenapa gambar bibir yang terlihat sehat, dengan warna merah muda mengkilat begitu membius pikiranku dan membuatku terobsesi ingin memiliki bibir seperti di gambar tersebut. Tapi apalah daya, bibirku tidak mirip seperti di gambar. Jadi, aku hanya mengaguminya.


    Makin hari, bibir itu makin membayang. Semakin ingin rasanya mempunyai bibir seperti itu. Sudah beberapa kali, ketika melalui beberapa outlet kosmetik yang menampilkan gambar yang hampir serupa dengan gambar pertama yang aku lihat, aku langsung teringat dengan bentuk bibir yang kulihat pertama kalinya.

    Suatu hari, aku dan beberapa rekan kerjaku menghabiskan weekend di salah satu mall. Kami mendatangi salah satu counter kosmetik yang memang cukup terkenal. Produknya cocok dimukaku dan udah menjadi langgananku sejak kuliah.

    Setelah dipilah-pilah, aku membeli lipstik berwarna pink nude. Aku berkata ke pramuniaga, “Mbak, saya mau membeli lipstik yang warnanya seperti digambar”. Lalu, sang pramuniaga mengambil warna yang dimaksud, tapi warnanya masih kurang sreg di mataku. Pramuniaga pun mengambil satu warna yang lebih muda dari warna yang sebelumnya.


    Tak lupa, aku juga membeli satu lip gloss berwarna merah. Karena bibirku tipis, menurut tips-tips merias yang aku baca di beberapa media, diajurkan untuk memakai lip gloss agar terlihat lebih tebal (bukan memble :p).

    Di tengah jalan, aku melihat beberapa orang wanita yang berani memakai lipstik warna merah menyala. Sepertinya, butuh keahlian melukis bibir tingkat tinggi sehingga menghasilkan polesan bibir yang begitu merekah. Lalu, saya bertanya kepada diri sendiri, “Beranikah kamu suatu saat memakai lipstik dengan warna merah merona itu?”. Saya sendiri merasa tidak berani. At least, untuk saat ini. Wong masih pemula, kok. Make lipstik aja masih ngumpe-ngumpet, biar ga ketahuan :p Hahaha...

    Sepulang dari mall, aku segera memakai lipstik pertamaku. Sebelumnya, aku memang anti make-up. Kucoba perlahan-lahan. Pertama, mengoleskan vitamin agar bibir tidak kering. Lalu, kupoleskan lipstik warna nude yang baru kubeli. Terakhir, kupoleskan lip gloss. Setelah beberapa saat, hasil yang aku peroleh cukup memuaskan walaupun tidak sama seperti gambar yang aku lihat.

    Kesukaanku terhadap lipstik semakin bertambah. Bukan hanya warna nude, tapi mulai merambah ke warna-warna lain, umumnya masih memilih warna terang. Rasa penasaran terhadap lipstik pun semakin tinggi. Saat senggang, aku meluangkan waktu untuk mencari tahu tentang lipstik.

    Oom Wiki menuliskan lipstik adalah kosmetika yang terbuat dari lilin, pigmen, minyak, dan lain-lain. Lipstik biasa dimanfaatkan untuk memberi warna pada bibir. Lipstik biasa digunakan oleh wanita.

    Dalam perkembangannya, sekarang, lipstik banyak modelnya. Ada yang banyak mengandung air, pelembab, vitamin, dan lainnya. Pilihan warnanya juga semakin banyak sehingga saya semamin bingung dibuatnya. Penggunaannya pun tidak terbatas hanya pada wanita. Laki-laki juga suka make, lho. Tetapi yang gak berwarna a.k.a lip balm. Kalau berwarna, nanti dikira bencis, donk Very Happy xixixixi…

    Ayo…ayo, khususnya wanita, ibu-ibu atau nona-nona. Marilah memakai lipstik. Pelihara aset berharga (khusus wanita) yang satu ini.


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 4:54 pm