Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Riset: Kecocokan Sifat Bukan Kunci Sukses Pernikahan

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Riset: Kecocokan Sifat Bukan Kunci Sukses Pernikahan

    Post  clara on Sun Aug 21, 2011 2:39 pm

    Riset: Kecocokan Sifat Bukan Kunci Sukses Pernikahan



    Seringkali seseorang yakin dengan hubungan cintanya karena memiliki kecocokan sifat dengan pasangan. Survey terbaru membuktikan, hal tersebut ternyata tidak terlalu berpengaruh.

    Untuk mempunyai pernikahan yang awet dan langgeng, banyak hal yang mempengaruhi. Jangan hanya terpaku pada kecocokan pribadi semata. Hal lain banyak yang lebih penting untuk membuat hubungan suami-istri lebih tahan lama.

    Dikutip foxnews, sebuah studi yang dilakukan ahli psikologi dari University of Colorado mempelajari pasangan yang telah menikah paling sedikit 40 tahun. Hasilnya, kesamaan kepribadian ataupun perbedaan kepribadian bukan menjadi faktor penentu dalam awetnya hubungan. Pengaruh kecocokan sifat dalam kesuksesan sebuah hubungan sangatlah kecil.

    Ketergantungan pada hubungan atau kehangatan dalam hubungan bisa membuat perbedaan apapun tidak menjadi masalah. Perbedaan malah bisa menjadi faktor yang memperkuat suatu hubungan.

    Sebuah penelitian lain oleh University of California menyatakan hal yang sama. Studi terhadap pasangan paruh baya yang masing-masing sudah menikah lebih dari 55 tahun menemukan, kesamaan kepribadian justru membuat kepuasaan dalam pernikahan menurun. Perbedaan kepribadian justru dipercaya memiliki korelasi yang kuat dengan kesuksesan pernikahan. Perbedaan kepribadian ini dianggap bisa menjadi faktor yang menguntungkan ketika menghadapi masalah.

    Beralih ke topik lain, penelitian yang sama juga mencari tahu tentang tingkat kebahagiaan pasangan dalam pernikahan. Dalam penelitian tersebut ditemukan, umumnya wanita merasa lebih bahagia ketimbang pria.

    Apa yang benar-benar bisa membuat pernikahan bertahan lama hingga kini masih belum diketahui. Para peneliti menemukan, faktor yang berkontribusi terhadap kebahagiaan pernikahan sulit untuk diukur dengan tes psikologi dan kepribadian.



      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 10:13 pm