Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ini Kunci Sukses Menyusui untuk Ibu Bekerja

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Ini Kunci Sukses Menyusui untuk Ibu Bekerja

    Post  kuning on Mon Aug 22, 2011 1:40 am

    Ini Kunci Sukses Menyusui untuk Ibu Bekerja


    Kembali bekerja pasca melahirkan, bukanlah halangan untuk ibu memberikan ASI pada bayi. Bagaimana agar bisa tetap memberi ASI?

    Menurut Wakil Ketua Asosiasi Ibu Menyusui (AIMI) Nila Umar, salah satu kunci sukses ibu menyusui setelah kembali bekerja adalah dukungan dari lingkungan kerjanya. Dukungan tersebut bisa dari berbagai pihak mulai dari rekan kerja sama pimpinannya.

    Sayangnya dukungan terhadap ibu menyusui di lingkungan kerja ini belum bisa didapatkan banyak wanita. Padahal menurut undang-undang ketenagakerjaan, seorang wanita punya hak untuk menyusui atau memerah ASI untuk bayinya.

    Lusiani Julia, Programme Officer dari ILO (International Labour Organization) mengungkapkan beberapa peraturan soal hak ibu bekerja yang menyusui yaitu:

    - Peraturan internasional, Konvensi ILO No. 183, negara anggota wajib menjamin ibu menyusui untuk tidak bekerja. Indonesia baru mengadopsi peraturan ini, belum meratifikasinya.

    - UU No. 13 tentang Ketenagakerjaan Pasal 83 berbunyi pekerja/buruh perempuan yang masih menyusui harus diberi kesempatan sepatutnya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja.

    - Pada 2008, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Kesehatan, dan Ketenagakerjaan membuat peraturan bersama untuk mengimbau setiap perusahaan menyediakan pojok ASI. Karena sifatnya imbauan, perusahaan yang tidak menyediakan pojok ASI tak diberi sanksi.

    Dengan adanya peraturan-peraturan di atas, ibu pun punya pegangan untuk menuntut haknya. Seorang ibu yang tidak mendapatkan haknya untuk memerah ASI atau menyusui bayinya, bisa melakukan beberapa cara.

    Cara apa yang bisa dilakukan? "Dengan melakukan pendekatan, pemberian pemahaman, kepada pimpinannya," jelas wanita yang akrab disapa Lusi itu saat ditemui di sela-sela acara Breastfeeding Fair 2011 di Gandaria City, Jakarta Selatan.

    Menurut Lusi, perusahaan yang memberikan kesempatan pada ibu bekerja untuk memerah ASI atau menyusui bayi, juga bisa mendapatkan 'keuntungan'. "Langkah itu bisa meningkatkan citra perusahaan. Sekarang banyak perusahaan yang 'menjual' mereka ramah terhadap keluarga," jelasnya.

    Presenter berita di antv Eva Chairunisa punya kisah bagaimana dia membangun lingkungan kerja yang mendukungnya untuk memberikan bayinya ASI. Menurut Eva, awalnya di kantornya tidak ada ruangan untuk memerah ASI.

    Ia pun kemudian memberikan pemahaman pada atasannya. Kini Eva yang sukses memberikan putrinya ASI eksklusif itu, bisa memerah ASI di ruang wardrobe. Di ruangan itulah sekarang ibu-ibu menyusui lainnya yang bekerja di antv bisa memerah ASI.

    Bagaimana jika ibu tidak mendapatkan haknya untuk menyusui atau memerah ASI? Ibu bisa minta bantuan pada AIMI. Organisasi tersebut bisa memberikan bantuan dengan mengirimkan surat kepada pimpinan perusahaan tempat ibu bekerja.

    "Kita kirim surat sayang. Isinya cuma imbauan untuk memberikan ibu kesempatan untuk memerah ASI," jelas Nia.

    Langkah memberikan surat sayang itu ternyata cukup efektif. Setelah diberikan surat tersebut, biasanya sebuah perusahaan akan memberikan kesempatan untuk ibu menyusui memerah ASI.



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 9:58 am