Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Wanita Gemuk Setelah Nikah

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Wanita Gemuk Setelah Nikah

    Post  kuning on Tue Aug 23, 2011 10:22 am

    Wanita Gemuk Setelah Nikah, sedangkan Pria Paska Cerai



    Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 10.000 pria dan perempuan yang disurvei antara 1986 dan 2008 menemukan, guncangan dalam hubungan dapat memengaruhi berat badan, baik pada pria maupun perempuan.
    Temuan mengungkap, menikah dan bercerai sama-sama memberi efek 'guncangan' yang mengarah kepada penambahan berat badan yang cepat, terutama pada usia lebih dari 30-an tahun. Tapi, ada perbedaan yang jelas antara pria dan perempuan dalam pengalaman pernikahan traumatis pada lingkar pinggang mereka.

    Para peneliti menggunakan data dari survei nasional AS, pria dan perempuan ditimbang setiap tahun untuk melihat berapa kilogram penambahan atau kehilangan bobot mereka dalam dua tahun setelah pernikahan atau perceraian.

    Hingga usia 30 tahun, pernikahan maupun perceraian hanya berdampak kecil pada bobot tubuh pria maupun perempuan. Namun, di atas usia itu, kecenderungan penambahan berat badan setelah menikah atau perceraian mulai naik hingga usia 50 tahun.

    Kedua jenis kelamin itu cenderung untuk mendapatkan berat badan dalam dua tahun setelah perceraian atau pernikahan daripada seseorang yang tidak pernah menikah.

    Dmitry Tumin dari Ohio State University, yang memimpin penelitian, mengatakan, "Jelas, ada perbedaan efek transisi perkawinan pada perubahan berat badan berdasarkan gender".

    "Bagi pria, sampai batas tertentu mereka menambah berat badan, dan bagi perempuan, pernikahan menjadikan penambahan berat badan yang mungkin menimbulkan risiko kesehatan."

    Dampak terbesar akan dirasakan pada orang yang berusia lebih tua, sebab akan menjadi guncangan yang lebih besar di kemudian hari.

    Penelitian yang akan disajikan pada pertemuan tahunan American Sociological Association di Las Vegas, 22 Agustus 2011, menyatakan, penyebab pria dan perempuan merespons berbeda terhadap perceraian dan pernikahan belum begitu jelas.

    Prof Zhenchao Qian, seorang peneliti, mengatakan, "Perempuan menikah sering memiliki peran yang lebih besar di sekitar rumah daripada laki-laki, dan mereka mungkin memiliki sedikit waktu untuk berolahraga dan tetap fit daripada perempuan yang belum menikah.

    "Di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa pria menikah mendapatkan manfaat kesehatan dari pernikahan, dan mereka kehilangan manfaat begitu bercerai, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan," katanya seperti dikutip Telegraph.



      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 3:21 am