Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Aku Merindukan Anakku

    Share

    Eliana

    1
    23.08.11

    Aku Merindukan Anakku

    Post  Eliana on Tue Aug 23, 2011 1:36 pm

    Aku Merindukan Anakku


    Aku ingin sekali menebus kesalahanku. Aku ingin menjadi wanita kuat, tapi aku tak tahu bagaimana caranya.

    Sebulan terakhir ini aku kehilangan arah dan tujuan hidup. Aku berusaha untuk berdoa, namun entah kenapa jiwaku masih tertekan.

    Aku menjalin hubungan dengan pria sebut saja namanya Ade selama dua tahun. Aku sudah bekerja, sedangkan ia tengah melanjutkan studi S2 di salah satu universitas ternama.

    Sejak awal, sudah banyak kebohongan yang dia ucapkan. Berulangkali sakit hati tapi aku tetap bertahan karena aku sangat mencintainya dan ia berjanji untuk setia dan menikahiku.

    Mei 2011, aku mengetahui diriku sudah hamil lima minggu. Aku lalu memberitahukannya kepada Ade. Namun ia memintaku untuk menggugurkan kandungan. Aku menolak dan kami bertengkar. Ketika bertengkar, aku memukul dan memaki-makinya, juga memukul-mukul diri sendiri.

    Aku marah, kecewa, mengapa orang yang sangat kusayangi tega mengusulkan solusi seperti itu. Aku mengatakan akan memberitahukan kehamilan itu kepada orangtuaku. Sejak itu, Ade memutuskan komunikasinya denganku. Ia pindah tempat tinggal, ganti nomor HP, dan tidak bisa dilacak keberadaannya.

    Aku memutuskan untuk mencari orangtuanya. Namun ternyata, orangtuanya tidak bersedia menemuiku. Justru, orangtuanya yang meminta Ade untuk memutuskan komunikasi denganku. Aku tidak tahu apa saja yang sudah dikatakannya pada orangtuanya.

    Aku hancur dan kecewa. Ternyata pria yang menjadi pilihanku adalah orang yang tidak bertanggung jawab, dan tidak mencintaiku.

    Dengan hati hancur, aku menggugurkan kandungan yang sudah berusia 16 minggu pada 8 Juli 2011. Namun sampai detik ini, aku terus dihantui perasaan bersalah, sedih, dan merasa ditinggalkan. Aku tidak bisa bekerja dan tidak bisa bersosialisasi dengan org lain. Kemudian, aku mengajukan resign ke perusahaan tempat bekerja karena tidak mampu melakukan pekerjaan dengan baik.

    Setiap hari, aku terbangun pukul tiga dini hari, bermimpi dikejar-kejar rasa bersalah karena sudah melakukan aborsi, terbangun menangis merindukan kehadiran bayi itu dan ketakutan. Bila ada yang salah membiarkan anak itu mati adalah aku sendiri. Ia hidup di dalam tubuhku. Kalau aku perempuan hebat, aku tidak akan membiarkan dia mati, apapun yang terjadi. Hanya saja aku tidak punya cukup nyali untuk melakukannya.



    La Rose

    75
    16.08.11

    Re: Aku Merindukan Anakku

    Post  La Rose on Wed Aug 24, 2011 12:18 am

    Aku turut prihatin sekaligus tertawa ketika membaca tulisan Eliana. Prihatin karena aku bisa merasakan rasa panik dan sedih ketika mengetahui dirinya hamil. Yang berujung pada keputusan untuk menggugurkan kandungannya.

    Menurutku, hal tersebut jalan terbaik, menggugurkan kandungan pada masa kehamilan masih enam minggu. Aku pribadi mendukung aborsi walaupun aku sendiri belm pernah merasakannya. Ketika kita memutuskan untuk mempertahankan kehamilan hingga anak terlahir ke dunia, sementara kita sendiri tidak atau belum siap menajdi ibu dan membesarkan anak, aborsi bisa dilakukan. Iya, kan?

    Kisah Eliana juga membuatku tertawa. Sebagai perempuan dewasa, Eliana sudah harus mengetahui bahwa ia berani dan sudah siap melakukan hubungan intim dengan pacarnya. Tanpa menggunakan kondom atau minum pil anti hamil berarti ada resiko bakal hamil.

    Seperti yang telah sering aku kampanyekan lewat artikel-artikelku, jika ngeseks, pakailah kondom dan minum pil anti hamil. Agar tidak hamil, agar tidak menuntut tanggung jawab pacarnya!!

    Lelaki yang benar-benar mencintai kita dan bertanggung jawab adalah laki-laki yang bersedia, tanpa diminta maupun dituntut, bertanggung jawab jika mendengar pacarnya hamil. Kita sebagai perempuan tidak perlu mengemis untuk meminta pertanggungjawabannya dan menjadi bahan cemoohan orangtua si lelaki. Biar bagaimana pun, orangtua biasanya akan mendengarkan keterangan dari anaknya sendiri, si laki-laki, daripada keterangan kita.

    Kalau laki-laki yang menghamili pacaranya benar-benar gentleman, dia akan membela kita di hadapan orangtuanya. Dia akan berusaha kerasa untuk menikahi kita, apapun resikonya. Misalnya diusir oleh orangtuanya.

    Sebagai anak gaul, sekitar akhir tahun 70-an dan awal 80-an, aku pernah mengantarkan dan menemani temanku menggugurkan kandungannya. Bahkan, sangat sering. Saat itu, ada seorang dokter di Indonesia yang sanggup menggugurkan kandungan usia lima bulan. Itu yang membuatku kaget karena temanku pernah mengalaminya.

    Temanku disuntik oleh sang dokter. Aku tidak ingat, berapa suntikan yang diberikan untuk mengecilkan si bayi agar keluar dari perut ibu yang mengandungnya. Wuiih, begitu keluar dari perut, dia seperti orang keguguran. Bayinya menjadi hancur. Aku sampai bergidik mendengarnya. Apalagi, aborsi yang dilakukan temanku bukan hanya sekali, tetapi sudah beberapa kali dan ia tidak kapok.

    Dia tidak memiliki kesadaran memakai kondom atau minum pil anti hamil. Lagi pula, pada jaman itu masih tabu untuk membeli kondom apalagi pil anti hamil. Tidak terpikirkan. Temanku memang anak orang kaya dan memiliki uang untuk membayar aborsi tanpa sepengetahuan orangtuanya.

    Aku pribadi, walaupun setuju dan mendukung aborsi, tetapi jika usia kandungan masih muda, sekitar satu-dua bulan. Aku tidak mendukung aborsi di usia kandungan lebih dari tiga bulan. Biar bagaimanapun, bukan perempuan yang mudah hamil. Aku tidak tahu mengapa aku susah hamil. Padahal, aku tidak pernah minum pil anti hamil ataupun memakai kondom saat masih dan sudah menikah.

    Hal itu mungkin karena aku sering minum air rebusan daun sirih sehingga peranakanku kering. Hahahaha.... Aku memang suka minum air rebusan daun sirih saat masih muda. Selain diminum, air sirih aku masukkan ke dalam botol untuk disemprotkan ke Miss V-ku, maksudnya untuk mencegah keputihan. Jaman dulu belum ada air sirih yang dijual dalam kemasan seperti sekarang.

    Di Belanda, negara liberal dan pergaulannya bebas, tidak berarti kita bisa seenaknya dan tidak bertanggung jawab. Anak-anak muda terang-terangan tidur dengan pacarnya jika mereka sudah siap melakukannya. Hal ini bisa dilihat dari liburan bersama ke luar negeri atau di negara sendiri. Mereka juga tidur bersama di kost saat kuliah ketika tidak tinggal serumah dengan orangtuanya.

    Mereka tidak segan bercerita kepada orangtuanya ketika pacarnya menginap di kamarnya. Tentu saja, mereka tidak menceritakan secara detil kehidupan seksnya dengan sang pacar kepada orangtuanya. Sebagai orangtua, kita tahu dan mengerti sendiri apa yang mereka lakukan di dalam kamar, tentunya dengan bertanggung jawab. Yaitu memakai kondom dan minum pil anti hamil.

    Seks bebas atau melakukan seks sebelum menikah di Belanda tidak dilakukan dengan sembarang orang. Seks bebas dilakukan dengan pasangan tetap, dengan pasangan hidupnya. Bukan berarti berganti-ganti pasangan. Walaupun ada yang seperti itu, seks dilakukan dengan pasangan yang berbeda-beda, karena tidak mau mempunyai pasangan tetap. Tetapi, hal ini bisa dihitung dengan jari. Mereka tetap melakukan seks bebas dengan tanggung jawab dengan minum pil anti hamil atau memakai kondom. Itulah sebabnya, angka kelahiran di Belanda sangat kecil.

    Ada juga yang perempuan yang hamil akibat seks bebas tetapi tidak ingin cowoknya bertanggung jawab saat mengetahui dirinya hamil. Ini terjadi karena si perempuan sadar, ia melakukannya bukan berdasarkan cinta tetapi nafsu. Jadi, untuk apa hidup dengan laki-laki yang tidak dicintai. Maka dari itu, kehamilannya ditanggung sendiri.

    Di Belanda, jika ada perempuan hamil tanpa suami bukanlah hal tabu. Kasak-kasuk pasti ada, tetapi hal itu normal. Sifat manusia kan suka gosip dan membicarakan orang. Bangsa manapun suka ngegosip sambil minum teh atau kopi. Tetapi gosipnya tidak mencemooh, lho.

    Sebagai perempuan dewasa, kita tentu mengetahui untuk memakaikan kondom di Mr. P membutuhkan waktu. Nah, kalau hasrat seks sudah menggebu-gebu, tidak kepikiran untuk memakai kondom. Apalagi kalau kita mengetahui, persediaan kondom di dompet atau laci sudah habis. Jadi, saat birahi tinggi, langsung tancap tanpa memikirkan akibatnya.

    Sebagai perempuan, kita mengetahui hal itu dan sudah sering melakukan hubungan intim dengan pacar lebih dari satu kali. Jadi, sebaiknya kita bertanggung jawab pada diri sendiri dengan minum pil anti hamil. Jangan sok dramatis dan romantis, deh, saat berbaring di samping pacar kita sambil mengusap-usap dan berkata, “Sayang, kalau aku hamil dan punya anak dari kamu...bla..bla...bla....”. Wakakakaka...., LOL!

    Sambil kepala disandarkan di dada pacar kita, sementara sang pacar mengelus rambut dan kepala sembari memberikan kecupan. Hahahahha...LOL. Begitu kita benar-benar hamil, langsung semaput dan kucar-kacir saling menyalahan.

    Jadi, para perempuan yang sudah siap melakukan seks dengan pacarnya sebelum menikah, sebaiknya jaga diri dengan rajin minum pil anti hamil setiap hari jangan sampai telat. Karena kalau kita hamil, belum tentu sang pacar bakal tanggung jawab. Jadi, pikirkan yang buruk dulu, deh! Ngeseks nggak ngeseks, setiap hari minum pil anti hamil. Biar nggak mendadak hamil, otrech?



      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 11:20 pm