Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Sisha, Mengecap Sensasi Rokok Arab

    Share

    niagara

    341
    11.06.09

    Sisha, Mengecap Sensasi Rokok Arab

    Post  niagara on Wed Aug 24, 2011 1:24 am

    Sisha, Mengecap Sensasi Rokok Arab


    Shisha atau sering juga disebut rokok arab bukan hal baru bagi banyak orang, khususnya kaum urban di Jakarta. Bagi mereka, shisha sudah menjadi "teman" untuk menghabiskan waktu berjam-jam sambil ngobrol ngalor ngidul di kafe. Bukan hanya laki-laki. Banyak perempuan di kota metropolitan sudah biasa menghisap dan menjadi penikmat shisha.

    "Shisha rasa lemon orange adalah aroma favorit saya," kata Adherianty Putri, auditor di salah satu bank BUMN yang pertama kali menyedot shisha tahun 2005. Sejak itu, dia rutin nongkrong di salah satu kafe di Kemang sambil menikmati shisha.

    Sri Prastowo Sri Nugroho Jati, seorang laki-laki yang berprofesi sebagai hypno-terapist di Jakarta, juga mengenal shisha sejak 2005 lalu. "Semua aroma shisha sudah pernah saya rasakan. Hanya, saya tidak suka yang strong karena terkadang bikin pusing," katanya.


    Andi Marwan, account executive sebuah surat kabar di Jakarta, mengaku kebiasaan menghisap shisha merupakan bagian dari pekerjaannya untuk membicarakan bisnis bersama klien-kliennya. Dalam seminggu Andi bisa empat kali nongkrong sambil menyedot shisha di Cilandak Town Square bersama klien-kliennya. "Pekerjaan menuntut saya untuk bisa menjalin relationship yang baik dengan klien, dan shisha media yang tepat untuk mewujudkannya,” ungkap lelaki berbadan tambun ini.

    Konon, shisha sebenarnya dari India, yang diciptakan oleh seorang dokter sebagai alternatif untuk mengurangi bahaya merokok. Dari tangan sang dokter lahirlah shisha, semacam peralatan untuk membakar tembakau beraroma buah-buahan. Peralatan shisha berupa pipa berbentuk gelas piala atau biasa disebut bong. Bentuk bong ini mirip lampu minyak, dengan tabung utama yang terhubung ke sejumlah pipa pengisap.

    Papan pemanas berisi bara api terdapat di bagian paling atas, dan berfungsi untuk membakar tembakau yang telah dicampur aroma buah-buahan. Tabung utama biasanya terbuat dari kaca, dan berisi air sebagai filter.

    Untuk menikmati shisha diperlukan selang yang ujungnya terdapat pipa untuk menyedot asap yang dihasilkan dari proses pembakaran tembakau.

    Sejak alat ini ditemukan, banyak orang beranggapan menghisap shisha aman dan tidak merusak kesehatan. Terlebih lagi, kegiatan yang berasal dari negeri-negeri di jazirah Arab itu bisa menenangkan sekaligus menyenangkan. Menghisap shisha memang bisa mendapatkan sensasi berbeda. Pasalnya, asap yang dihirup tersedia dalam beragam aroma, dari buah-buahan hingga bau bebungaan yang segar.

    Dengan berbagai kelebihannya itu, mengisap shisha mulai menjadi sebuah gaya hidup di kalangan masyarakat urban di Jakarta. Apalagi, jika dilakukan sambil nongkrong bersama teman-teman, atau bisa juga dinikmati sendirian di kala stres melanda.

    Tak perlu heran jika restoran atau kafe yang menyediakan shisha makin menjamur bak cendawan di musim penghujan.

    Cara enak menikmati sensasi shisha

    Ada beberapa hal yang sangat penting bagi para penikmat shisha, khususnya penikmat pemula, agar bisa menikmati shisha dengan enak. Menurut Prastowo Sri Nugroho Jati, salah seorang hypno-therapist, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar Anda bisa menikmati shisha.

    Pertama, untuk menjaga aroma dan rasa shisha tetap ciamik, perhatikan selang pengisap yang digunakan. Jangan sekali-kali memakai selang shisha yang telah dipakai sebelumnya dengan aroma berbeda. Itu akan merusak rasa dan aroma dari shisha. Langsung saja komplen jika ada kafe shisha yang melakukan hal seperti itu.

    Kedua, pastikan pipa dari selang shisha selalu baru. Sebab, selalu ada risiko tertular penyakit jika pipa yang digunakan telah dipakai sebelumnya.

    Ketiga, jangan sekali-sekali memilih aroma strong jika belum pernah menghisap shisha, apalagi jika Anda bukan perokok. Alih-alih menghisap kenikmatan, kepala Anda malah pusing karena terlalu kaget dengan asapnya.

    Fakta ilmiah yang dibantah penikmat shisha

    Sah-sah saja jika sejumlah riset di penjuru dunia sempat menyebutkan bahwa mengisap satu shisha setara dengan 15 hingga 52 batang rokok. Itu baru kandungan karbon monoksidanya. Belum lagi tar satu shisha yang konon menyamai 27 hingga 102 batang rokok.

    Toh, Prastowo Sri Nugroho Jati yang berprofesi sebagai hypno-therapist dan seorang auditor bernama Adherianty Putri menepis fakta ini. Setelah empat tahun menghisap shisha, keduanya membantah rokok arab itu menganggu kesehatan. Mereka juga mengatakan, aktivitas menghisap shisha tidak menguras stamina mereka. Tapi, “Semua kegiatan menghisap shisha juga harus diimbangi berolah raga,” cetus Prastowo bersemangat.

    Pengakuan serupa meluncur dari Andi Marwan. Account executive sebuah surat kabar yang juga perokok berat ini mengklaim tidak pernah mengalami keluhan kesehatan setelah menghisap shisha. [sumber: kontan.co.id]



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 10:51 am