Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Fakta Tentang Pria yang Sering Beser

    Share

    zuko

    150
    25.06.11

    Fakta Tentang Pria yang Sering Beser

    Post  zuko on Fri Aug 26, 2011 12:09 am

    Fakta Tentang Pria yang Sering Beser


    Beser atau tidak bisa menahan kencing bukan hanya masalah perempuan. Pria juga dapat mengalami beser karena pembesaran prostat, operasi prostat atau bisa juga disebabkan hal lain.

    Pria seringkali kurang mendapat informasi mengenai permasalahan ini dan mereka mungkin menghadapi tekanan fisik, sosial, dan emosional ketika menghadapi diagnosis beser. Inilah yang harus Anda ketahui tentang beser pada laki-laki seperti dilansir Health:

    1. Bukan hanya sekedar tetesan biasa setelah buang air
    Kebanyakan pria masih meneteskan sedikit urin setelah mengosongkan kandung kemih. Ada kutipan, "Tidak peduli seberapa banyak Anda goyangkan, dua tetes terakhir pasti mendarat di celana Anda".

    "Tapi kebocoran yang berlebihan setelah buang air kecil tidaklah normal," kata William Steers, MD, ketua departemen urologi dan Paul Mellon profesor di University of Virginia School of Medicine di Charlottesville.

    Jika hal itu membuat tidak nyaman, tembus melalui pakaian atau menyebabkan iritasi kulit, maka beser bisa menjadi masalah yang serius.

    2. Beser bukan hal yang biasa
    Menurut laporan National Association for Continence (NAFC) di AS, sebesar 2-15 persen pria berusia 15-64 tahun dan 5-15 persen pria berusia di atas 60 tahun yang tinggal di rumah mengalami beser.

    Pengangkatan prostat karena pengobatan kanker merupakan salah satu penyebab paling umum. "Kebanyakan pasien yang datang untuk berkonsultasi karena beser adalah pria yang pernah menjalani operasi kanker prostat," kata Dr. Steers.

    Dalam tekanan beser, batuk dan bersin saja dapat memicu 'kebocoran'. "Jika pasien mengalami tekanan beser namun menjalani operasi prostat, maka beser dapat disebabkan kondisi lain seperti gangguan neurologis, cedera tulang belakang, atau diabetes," kata Dr. Steers.

    3. Dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan
    Ketika Anda menua, otot-otot yang mengontrol fungsi kandung kemih mulai kehilangan kekuatan. Kenaikan berat badan akan memberikan tekanan ekstra pada kandung kemih.

    Meskipun obesitas nampaknya lebih banyak mempengaruhi perempuan daripada pria dalam hal kontrol kandung kemih, Dr. Steers mengatakan bahwa ia semakin melihat kaitan antara berat badan dengan beser pada pasien laki-laki. Merokok, minum alkohol dan diabetes juga meningkatkan risiko masalah kandung kemih pria.

    4. Sering diakibatkan karena masalah prostat
    Kebanyakan pria mengalami pembesaran prostat seiring bertambahnya usia. Hal ini dapat memblokir uretra dan menyebabkan beser berupa kebocoran sejumlah kecil urine atau kesulitan buang air kecil.

    Pengangkatan prostat akibat kanker juga dapat merusak atau melemahkan otot dasar panggul dan saraf di sekitar kandung kemih. Hal ini menyebabkan kebocoran segera setelah operasi pada setengah pria yang melakukan operasi kanker prostat. Satu dari lima orang pria mengalami masalah itu setahun kemudian atau lebih.

    Inilah salah satu alasan dokter sering menyarankan untuk memperlambat pertumbuhan kanker prostat daripada melakukan operasi, kata Dr. Steers. Menunda operasi juga dapat membantu Anda menghindari disfungsi ereksi.

    5. Penyakit Parkinson dan stroke dapat memainkan peran
    Pada beberapa pria, masalah beser dapat disebabkan oleh kerusakan saraf akibat diabetes, stroke, penyakit Parkinson, atau multiple sclerosis. Parkinson lebih banyak menyerang pria.

    "Selain itu, pria lebih mungkin mengalami kecelakaan mobil atau sepeda motor, kecelakaan kerja, atau bertugas dalam pertempuran sehingga mereka memiliki risiko tinggi mendapat cedera tulang belakang yang dapat memicu beser," kata Nancy Muller, PhD, direktur eksekutif NAFC.

    6. Produk untuk pria dapat membantu
    "Untungnya, produsen produk penyerap dewasa telah mengakui bahwa anatomi laki-laki berbeda dari perempuan," kata Muller. "Baru-baru ini produsen produk penyerap bermerek besar mengeluarkan produk untuk orang dewasa dengan spesifikasi gender."

    Pria dapat menggunakan pakaian penyerap atau yang sekali pakai, mulai dari celana boxer hingga kantung kompresi yang menyokong uretra. Untuk beser parah, pertimbangkan untuk menyimpan unit eksternal yang cocok seperti selubung di atas penis dan berisi tas penyimpanan yang sesuai.

    7. Ada pilihan untuk operasi bedah
    Pria dengan tekanan beser yang berat dapat mempertimbangkan operasi jika terapi lain gagal. Dokter dapat menaruh implan sfingter buatan karet di sekitar urethra. Sfingter dapat mengembang dan mengempis untuk mengontrol aliran urin.

    Beser juga dapat diobati dengan stimulasi saraf sakral, seperti stimulator alat pacu jantung listrik yang ditanam di bawah kulit dan mengirimkan sinyal ke saraf sakral untuk mengontrol aktivitas kandung kemih. Dokter juga dapat merekomendasikan operasi prostat untuk kasus beser melimpah yang disebabkan oleh pembesaran prostat.

    8. Ada obat untuk pria
    Pengobatan untuk beser pada laki-laki seringkali menarget penyebab beser. Sebagai contoh, pengobatan dilakukan untuk mengecilkan pembesaran prostat atau mengurangi gejala gangguan neurologis.

    Jika Anda mengalami desakan beser atau kandung kemih yang terlalu aktif, dokter mungkin meresepkan obat antikolinergik atau antispasmodik untuk menenangkan otot-otot kandung kemih. Beberapa jenis antidepresan juga kadang-kadang efektif untuk mengatasi masalah kandung kemih.

    9. Masalah asupan cairan
    Mengawasi asupan cairan bisa membantu Anda memperbaiki gejala beser, bahkan tanpa pengobatan atau operasi.

    "Kadang-kadang kita menjumpai pria meminum enam pak bir penuh. Jika daya tahan Anda sudah rendah, maka hal itu akan menyebabkan masalah. Jika Anda menghasilkan urine lebih banyak, Anda akan menekan sistem pengeluaran tubuh," kata Dr. Steers.

    Membatasi alkohol, minuman berkafein dan berkarbonasi dapat membantu. "Tetaplah minum air ketika haus agar selalu sehat. Tetapi tidak perlu mengharuskan berapa gelas per hari," kata Dr. Steers.

    10. Beberapa obat dapat memperparah beser
    Beberapa obat-obatan umum seperti diuretik, antihistamin, dan antidepresan, dapat menyebabkan kebocoran urine. Jadi pastikan dokter juga dapat mengawasi obat yang Anda ambil.

    11. Jangan abaikan masalah kulit
    "Beser yang parah setelah gagal menahan keinginan buang air kecil cenderung menyebabkan iritasi kulit pada pria dibandingkan pada wanita. Pria lebih bermasalah dengan ruam dan jamur kulit dan sering tidak memperhatikan daerah di sekitar skrotum," kata Muller

    Pelembab dan krim penghalang dapat menjaga kulit jadi terlalu kering dan meradang. Pria yang menggunakan bantalan atau produk penyerap harus menggantinya setiap beberapa jam untuk mencegah infeksi.

    12. Pria bisa melakukan Senam Kegel juga
    Kegel atau latihan dasar panggul dengan cara menekan dan menahan otot-otot panggul dapat digunakan untuk menghentikan buang air kecil pada pria, tidak hanya untuk wanita. Sebuah penelitian tahun 2010 di Italia menunjukkan bahwa laki-laki yang melakukannya selama satu bulan sebelum operasi pengangkatan prostat lebih sedikit mengalami beser setelahnya.

    NAFC merekomendasikan latihan satu set kontraksi dua atau tiga kali sehari secara bertahap sampai sekitar 80 hari. "Ini seperti bench press di gym. Tapi melakukannya terlalu banyak atau terlalu cepat justru dapat merusak otot, maka tidak perlu terburu-buru dalam berlatih," kata Muller.

    13. Pria beser menghadapi masalah yang tidak dialami wanita
    Pria seringkali menghadapi tantangan fisik dan emosi yang unik akibat beser. "Perempuan sudah biasa mengenakan bantalan beberapa hari hingga beberapa bulan. Sedangkan pria secara sosial tidak suka mengenakan sesuatu di bawah sana. Hal itu dapat benar-benar memalukan bagi mereka," kata Dr. Steers.

    Pria juga sulit untuk menghindari situasi di mana seringkali terjadi masalah beser. Laki-laki lebih mungkin memiliki pekerjaan yang memerlukan angkat berat atau seorang temannya mungkin mengajaknya ikut dalam olahraga seperti golf dan tenis yang dapat memberikan tekanan pada kandung kemih.

    14. Ada solusi online untuk pria
    Menurut sebuah survei yang dilakukan NAFC, hanya 18% dari laki-laki dibanding 33% wanita yang menemui dokter dan menceritakan tentang gejala besernya. Dan juga lebih banyak situs online mengenai beser yang ditujukan untuk perempuan.

    Pria yang pernah menjalani operasi prostat dapat mengambil manfaat dari dukungan kelompok kanker prostat yang dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan emosi dan fisik. Kelompok pendukung lokal dapat ditemukan di ustoo.org.



      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 8:57 am