Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Kereta Dorong Depan Picu Stres Anak

    Share

    meilani

    97
    18.08.11

    Kereta Dorong Depan Picu Stres Anak

    Post  meilani on Sat Aug 27, 2011 1:16 pm

    Studi: Kereta Dorong Depan Picu Stres Anak


    Para ibu masa kini semakin mudah untuk menggendong atau membawa buah hati mereka. Alat bantu menggendong (carrier) maupun kereta dorong (stroller) kerap digunakan tak hanya menghadap ke ibu, tapi juga dapat menghadap ke depan.

    Sebuah penelitian menemukan, bayi yang digendong menghadap ke depan berakibat buruk pada pertumbuhan mereka. Riset yang dilakukan Universitas Dundee menemukan, anak-anak yang sering digendong menghadap depan cenderung mengalami naik turun dalam perkembangan dan membuat mereka menjadi orang dewasa yang cemas. Hal yang sama juga berlaku pada kereta dorong yang menghadap depan.

    Studi menyebut, bayi merasa sulit untuk mendapat perhatian orang tua, dan jarang berbicara dengan orang tua mereka. Bayi akan lebih mungkin menderita stres dan terkadang bahkan mengalami 'trauma'. Sebaliknya, anak-anak yang digendong secara tradisional lebih mungkin tertawa, mendengarkan ibu serta tertidur sambil menghadap ibu atau penggendong menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah.

    Dr Suzanne Zeedyk, seorang psikolog dan peneliti mengatakan, "Data kami menunjukkan bahwa bagi banyak bayi, kehidupan di kereta dorong adalah miskin percakapan dan menimbulkan stres. Bayi akan tumbuh menjadi seorang dewasa yang tertekan dan cemas," katanya seperti dikutip Daily Mail.

    Profesor Catherine Fowler dari Universitas Sydney mengungkap, di usia sangat muda, anak-anak yang digendong menghadap depan akan langsung melihat kegiatan orang dewasa yang sibuk. "Bayangkan Anda diikat dalam sebuah benda dan tidak dapat mengalihkan pandangan dari situasi yang sangat ramai. Gendongan bayi dan kereta menghadap depan menciptakan situasi yang sangat stres."

    Namun begitu, Robin Barker, seorang bidan dan Penulis 'Baby Love', mengatakan selama bayi dicintai dan diberi makan, cara menggendong bayi tidak akan berpengaruh buruk pada kesehatan bayi. Bagi bayi yang baru lahir memang dapat memengaruhi kesehatan, namun tidak berlaku pada bayi berusia lebih dari tiga bulan.

    "Saya tidak berpikir ada masalah dengan membiarkan anak menlihat dunia sebelum berusia 12 bulan."



      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 7:08 am