Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Para Hackers Cantik
Sun Nov 12, 2017 2:24 pm by flade

» 3 Tips Ini Sukseskan Bisnis Kopi
Sat Nov 04, 2017 8:57 am by flade

» Akhir Pencarian Mbah Wongso, Warga Suriname Keturunan Jawa
Mon Oct 23, 2017 10:22 am by zuko

» Ini Cerita Move On Wanita yang Diputusin Jelang Nikah Usai Pacaran 9 Tahun
Wed Oct 11, 2017 8:17 am by flade

» inilah cara agar kita bisa memuaskan pasangan
Tue Oct 10, 2017 12:38 pm by shoponline69

» manfaat pills klg
Tue Oct 10, 2017 12:29 pm by shoponline69

» manfaat titan gel
Mon Oct 09, 2017 8:28 am by shoponline69

» manfaat titan gel
Mon Oct 09, 2017 8:24 am by shoponline69

» Gores Mobil Rp 1,4 M, Gadis Ini Malah Dapat Keberuntungan Tak Terduga
Mon Sep 25, 2017 5:35 pm by lea

IKLAN ANDA


    Kereta Dorong Depan Picu Stres Anak

    Share
    avatar
    meilani

    97
    18.08.11

    Kereta Dorong Depan Picu Stres Anak

    Post  meilani on Sat Aug 27, 2011 1:16 pm

    Studi: Kereta Dorong Depan Picu Stres Anak


    Para ibu masa kini semakin mudah untuk menggendong atau membawa buah hati mereka. Alat bantu menggendong (carrier) maupun kereta dorong (stroller) kerap digunakan tak hanya menghadap ke ibu, tapi juga dapat menghadap ke depan.

    Sebuah penelitian menemukan, bayi yang digendong menghadap ke depan berakibat buruk pada pertumbuhan mereka. Riset yang dilakukan Universitas Dundee menemukan, anak-anak yang sering digendong menghadap depan cenderung mengalami naik turun dalam perkembangan dan membuat mereka menjadi orang dewasa yang cemas. Hal yang sama juga berlaku pada kereta dorong yang menghadap depan.

    Studi menyebut, bayi merasa sulit untuk mendapat perhatian orang tua, dan jarang berbicara dengan orang tua mereka. Bayi akan lebih mungkin menderita stres dan terkadang bahkan mengalami 'trauma'. Sebaliknya, anak-anak yang digendong secara tradisional lebih mungkin tertawa, mendengarkan ibu serta tertidur sambil menghadap ibu atau penggendong menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah.

    Dr Suzanne Zeedyk, seorang psikolog dan peneliti mengatakan, "Data kami menunjukkan bahwa bagi banyak bayi, kehidupan di kereta dorong adalah miskin percakapan dan menimbulkan stres. Bayi akan tumbuh menjadi seorang dewasa yang tertekan dan cemas," katanya seperti dikutip Daily Mail.

    Profesor Catherine Fowler dari Universitas Sydney mengungkap, di usia sangat muda, anak-anak yang digendong menghadap depan akan langsung melihat kegiatan orang dewasa yang sibuk. "Bayangkan Anda diikat dalam sebuah benda dan tidak dapat mengalihkan pandangan dari situasi yang sangat ramai. Gendongan bayi dan kereta menghadap depan menciptakan situasi yang sangat stres."

    Namun begitu, Robin Barker, seorang bidan dan Penulis 'Baby Love', mengatakan selama bayi dicintai dan diberi makan, cara menggendong bayi tidak akan berpengaruh buruk pada kesehatan bayi. Bagi bayi yang baru lahir memang dapat memengaruhi kesehatan, namun tidak berlaku pada bayi berusia lebih dari tiga bulan.

    "Saya tidak berpikir ada masalah dengan membiarkan anak menlihat dunia sebelum berusia 12 bulan."



      Waktu sekarang Sat Nov 18, 2017 1:20 pm