Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Awas, Kolesterol Naik Saat Lebaran

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Awas, Kolesterol Naik Saat Lebaran

    Post  clara on Mon Aug 29, 2011 10:43 am

    Awas, Kolesterol Naik Saat Lebaran


    Opor ayam, sambal goreng ati, es cendol, gulai kambing menjadi sajian khas saat Idul Fitri. Di balik kenikmatannya, kandungan santan di menu-menu tersebut potensial meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh Anda.

    Seperti dilansir dari laman Livestrong, satu cangkir porsi santan mengandung sekitar 50 gram lemak jenuh, atau lebih 2,5 kali konsumsi harian yang direkomendasikan Departmen Pangan dan Pertanian Amerika (USDA),

    Dengan kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi, santan tak direkomendasikan untuk dikonsumsi setiap hari. Mengonsumsinya sesekali tidak masalah, asal terkontrol porsinya. Kontrol penting terutama bagi mereka yang memang bermasalah dengan kolesterol.

    Mengonsumsi makanan mengandung santan dalam jumlah banyak memang kerap tak terelakkan selama Lebaran. Selain kontrol porsi, konsumsi makanan tak sehat semacam itu perlu diimbangi dengan konsumsi makanan penetral kolesterol seperti kacang kedelai, kacang merah dan kacang hijau.

    Jika Anda tak suka kacang-kacangan, bisa juga mengonsumsi tomat. Penelitian yang dilakukan tim dari University of Adelaide mengungkap tomat yang telah dimasak memiliki khasiat yang sama dengan statin, yaitu obat kimia yang lazim digunakan untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.

    Rahasianya ternyata terletak pada tingkat senyawa likopen yang memberi warna merah pada buah tomat. Senyawa ini mengandung antioksidan tinggi yang membantu menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

    Untuk memperoleh manfaat terbaik, makanlah tomat yang telah dimasak. Tubuh akan menyerap likopen dalam tomat matang lebih baik daripada tomat mentah.

    Anda juga menetralkannya melalui pilihan menu sarapan dengan bubur gandum. Kandungan betaglucan yang sangat tinggi pada gandum terbukti dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Jadi, sebetulnya banyak cara untuk menjaga kolesterol agar tetap stabil.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 12:59 pm