Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Awas, Kolesterol Naik Saat Lebaran

    Share
    avatar
    clara

    945
    23.01.09

    Awas, Kolesterol Naik Saat Lebaran

    Post  clara on Mon Aug 29, 2011 10:43 am

    Awas, Kolesterol Naik Saat Lebaran


    Opor ayam, sambal goreng ati, es cendol, gulai kambing menjadi sajian khas saat Idul Fitri. Di balik kenikmatannya, kandungan santan di menu-menu tersebut potensial meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh Anda.

    Seperti dilansir dari laman Livestrong, satu cangkir porsi santan mengandung sekitar 50 gram lemak jenuh, atau lebih 2,5 kali konsumsi harian yang direkomendasikan Departmen Pangan dan Pertanian Amerika (USDA),

    Dengan kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi, santan tak direkomendasikan untuk dikonsumsi setiap hari. Mengonsumsinya sesekali tidak masalah, asal terkontrol porsinya. Kontrol penting terutama bagi mereka yang memang bermasalah dengan kolesterol.

    Mengonsumsi makanan mengandung santan dalam jumlah banyak memang kerap tak terelakkan selama Lebaran. Selain kontrol porsi, konsumsi makanan tak sehat semacam itu perlu diimbangi dengan konsumsi makanan penetral kolesterol seperti kacang kedelai, kacang merah dan kacang hijau.

    Jika Anda tak suka kacang-kacangan, bisa juga mengonsumsi tomat. Penelitian yang dilakukan tim dari University of Adelaide mengungkap tomat yang telah dimasak memiliki khasiat yang sama dengan statin, yaitu obat kimia yang lazim digunakan untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.

    Rahasianya ternyata terletak pada tingkat senyawa likopen yang memberi warna merah pada buah tomat. Senyawa ini mengandung antioksidan tinggi yang membantu menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

    Untuk memperoleh manfaat terbaik, makanlah tomat yang telah dimasak. Tubuh akan menyerap likopen dalam tomat matang lebih baik daripada tomat mentah.

    Anda juga menetralkannya melalui pilihan menu sarapan dengan bubur gandum. Kandungan betaglucan yang sangat tinggi pada gandum terbukti dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Jadi, sebetulnya banyak cara untuk menjaga kolesterol agar tetap stabil.



      Waktu sekarang Mon Jul 24, 2017 1:40 pm