Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Saat Jatuh Cinta Bikin 'Jatuh Sakit'

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Saat Jatuh Cinta Bikin 'Jatuh Sakit'

    Post  clara on Mon Aug 29, 2011 10:52 am

    Saat Jatuh Cinta Bikin 'Jatuh Sakit'


    Jatuh cinta mungkin membuat Anda senang, dan selalu tersenyum. Tetapi tahukah ketika Anda sebenarnya jatuh sakit saat mengalami fase 'mabuk kepayang'. Bahkan, menurut Rae Padilla Francoeur, penulis buku 'Free Fall: A Late-in-Life Love Affair' beberapa orang merasa sakit kepala dan berat badannya menurun saat jatuh cinta.

    "Tidak bisa tidur selama berhari-hari, denyut jantung lebih cepat dan tidak dapat berkonsentrasi atau makan. Aku lebih bahagia dari sebelumnya secara emosional, meskipun aku tidak bisa makan dan merasa gemetar sepanjang waktu," kata Francoeur, seperti dikutip dari dari today.msnbc.msn.com

    Semua hal itu dialami sendiri oleh Francoeur saat ia bertemu dengan pasangannya saat ini. Para ilmuwan sebelumnya memang telah mempelajari bahwa neurotransmiter yang terdiri dari phenethylamine, dopamin, norepinefrin dan oksitosin, akan 'bekerja keras' ketika kita jatuh cinta.

    Bisa dikatakan hal itu adalah 'ramuan cinta' yang kuat dan dikeluarkan ketika kita merasa tertarik pada seseorang. Fungsinya seperti amfetamin, yang mengangkat suasana hati, membuat indera lebih wasapada dan membantu kita membangun ikatan dengan orang lain.

    "Efek jatuh cinta pada otak sama dengan ketika mengonsumsi obat-obatan terlarang, seperti kecanduan," kata Ethlie Ann Vare, penulis buku 'Love Addict: Sex, Romance, and Other Dangerous Drugs'.

    Anda ingin tahu 'penyakit' apa saja yang dialami saat jatuh cinta? Intip saja lima gangguan berikut, yang mungkin saat ini sedang Anda alami.

    1. Sulit tidur
    Memiliki masalah tidur adalah akibat langsung dari dopamin terlalu banyak dan norepinefrin. "Anda berada dalam kecepatan tinggi," kata Dr Helen Fisher, penulis 'Why Him, Why Her?' yang juga peneliti terkemuka di Rutgers University.

    Inilah sebabnya mengapa Anda memiliki begitu banyak energi, mengapa wajah Anda memerah. Termasuk alasan Anda bisa tetap semangat berbicara dan berjalan-jalan dengannya selama berjam-jam.

    2. Sulit makan
    Francoeur mendeskripsikan kondisi yang dialaminya ketika jatuh cinta. Ia memesan banyak makanan tapi saat mengunyah ia merasa kesulitan. Kondisi ini menurut Dorothy Tennov, seorang psikolog, diistilahkan sebagai 'limerence'.
    Limerence digambarkan sebagai tahap tergila-gila, sifatnya obsesif, mengganggu, memungkinkan Anda melupakan teman, keluarga, bahkan diri sendiri ketika memiliki pasangan baru. Untungnya, studi menunjukkan bahwa perasaan yang sangat kuat ini hanya berlangsung antara enam bulan sampai dua tahun.

    3. Sulit konsentrasi
    Anda mungkin merasa berpikir dengan sangat logis, tetapi sebenarnya Anda tidak bisa memikirkan apa pun kecuali dirinya, saat jatuh cinta. Ini adalah 'ulah' dopamin yang membuat Anda mengalami fokus obsesif. Hal ini mengingat hubungan cinta yang romantis adalah sebuah obsesi. Anda tidak dapat berhenti memikirkan seseorang. Sehingga,konsentrasi pada hal lain selain dirinya menjadi agak sulit.

    4. Dada merasa tertekan
    "Saat orang mengalami tekanan pada dada kemungkinan ia dalam kondisi panik. Faktanya, jatuh cinta terkait dengan sirkuit otak yang berperan dalam menciptakan rasa panik dan kecemasan," kata Fisher.

    5. Mual dan terasa pening
    Sebagian besar dari kita memiliki perasaan mual atau gugup saat bertemu dengan pria incaran. Fisher menjelaskan mual pada perut juga mungkin Anda alami ketika akan menjalani ujian, wawancara kerja atau saat naik panggung.

    Pelepasan norepinefrin, dopamin dan kortisol, saat jatuh cinta ini, mengalihkan darah dari usus dan memberi Anda perasaan mual pada perut. Bahkan pada beberapa orang juga disertai rasa sakit kepala. Jadi, berhati-hatilah karena Anda bisa jatuh sakit saat jatuh cinta.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 2:40 pm