Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Isi Perut Dapat Menentukan Pikiran dan Suasana Hati

    Share

    ludwina

    127
    18.04.11

    Isi Perut Dapat Menentukan Pikiran dan Suasana Hati

    Post  ludwina on Mon Aug 29, 2011 2:10 pm

    Isi Perut Dapat Menentukan Pikiran dan Suasana Hati


    Ungkapan bahwa logistik pengisi perut dapat menentukan logika berpikir tampaknya bukan sekedar lelucon saat rasa lapar mulai mengusik konsentrasi. Penelitian membuktikan, segala sesuatu di dalam perut benar-benar mempengaruhi kerja otak.

    Para peneliti dari McMaster University di Kanada membuktikan, berbagai jenis makanan khususnya yang mengandung probiotik dapat mengubah keseimbangan mikroba alami di dalam perut. Perubahan yang terjadi pada koloni mikroba berdampak pada produksi hormon dan enzim, sehingga mempengaruhi otak.

    Pengaruhnya pada otak tidak terbatas pada kemampuan berpikir saja, namun kadang-kadang turut menentukan perilaku dan suasana hati. Dugaan ini cukup berdasar, sebab selama ini para ilmuwan banyak mengaitkan infeksi bakteri di perut dengan perubahan perilaku menjadi lebih gelisah dan mudah stres.

    Berbagai jenis infeksi yang memicu gangguan perilaku antara lain irritable bowel syndrome atau sindrom perut sensitif, yang dalam beberapa penelitian banyak dikaitkan dengan peningkatan risiko autisme. Jadi bukan hanya genetik saja yang berpengaruh, menurut penelitian tersebut autisme juga bisa dipicu oleh infeksi bakteri.

    Untuk memastikan hubungan antara isi perut dengan perilaku, para ilmuwan di McMaster University menyuntikkan probiotik untuk mengacaukan keseimbangan mikroba dalam perut tikus. Setelah disuntik, tikus-tikus itu menjadi gelisah namun kurang waspada terhadap ancaman misalnya ketika ada kucing.

    Setelah diteliti, perubahan perilaku tersebut terjadi karena otak tikus berhenti memproduksi senyawa Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Senyawa tersebut merupakan sejenis protein di otak yang fungsinya mengatur suasana hati termasuk rasa gelisah.

    "Sangat masuk akal. Bakteri memainkan peran penting dalam pencernaan dan pencernaan sangat menentukan produksi berbagai senyawa di otak," ungkap salah seorang peneliti, Prof Gregor Reid seperti dikutip dari Huffingtonpost.

    Penelitian ini memang tidak menjelaskan lebih detail jenis-jenis makanan yang sering dikonsumsi dan pengaruhnya pada perilaku, tapi hanya memberikan beberapa contoh. Misalnya karbohidrat dapat memicu produksi serotonin atau hormon rasa senang, serta cokelat yang bisa merangsang hormon endorphin yang memberikan perasaan rileks.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 4:56 pm