Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tidur di Kasur Empuk Tak Baik untuk Punggung dan Pinggang

    Share

    zuko

    152
    25.06.11

    Tidur di Kasur Empuk Tak Baik untuk Punggung dan Pinggang

    Post  zuko on Thu Sep 01, 2011 1:23 am

    Tidur di Kasur Empuk Tak Baik untuk Punggung dan Pinggang


    Banyak orang lebih memilih kasur empuk untuk tidur. Padahal kasur empuk justru memberi beban lebih dan membuat tulang belakang dan pinggang tak bisa beristirahat. Kasur yang keras lebih baik untuk punggung dan pinggang.

    "Tulang belakang kan mengikuti bentuk kasur. Kalau kasurnya lunak ya tulang belakang mengikuti bentuk kasurnya, akhirnya kan nggak istirahat," ujar Dr. Muki Partono, SpOT, spesialis orthopedi dari RS Puri Indah, saat ditemui dalam acara Media Gathering RS Puri Indah di Hotel Ritz Carlton.

    Menurut Dr Muki, tidur di lantai yang keras justru lebih baik untuk tulang belakang dan pinggang dibandingkan tidur di kasur empuk. Kondisi lantai atau kasur yang keras bisa menyangga tulang belakang sehingga bisa mengurangi nyeri pinggang dan punggung.

    "Kasur yang membal itu justru tidak baik. Kalau orang dulu kan tidur cuma pakai dipan yang keras, orang Jepang juga, nah itu justru sehat dan bisa mengistirahatkan tulang belakang karena ada yang menyangga, serta meringankan orang yang punya nyeri pinggang," jelas Dr Muki.

    Nyeri pinggang adalah kondisi umum yang dialami banyak orang dan biasanya dipicu aktivitas fisik seperti melakukan pekerjaan berat, jarang berolahraga, obesitas (kegemukan) dan gaya hidup yang tidak sehat.

    Hampir 80 persen penduduk di seluruh dunia pernah mengalami nyeri pinggang. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2002 menunjukkan jumlah penderita nyeri pingga sebesar 18,37 persen dari seluruh pasien nyeri.

    Tiga studi populasi di daerah pantai utara Jawa ditemukan insiden 8,2 persen pada pria dan 13,6 persen pada wanita. Di rumah sakit Jakarta, Yogyakarta dan Semarang insiden sekitar 5,4-5,8 persen dengan frekuensi terbanyak pada usia 45-65 tahun.

    Dr Muki menjelaskan bahwa orang yang mengalami nyeri pinggang bisa disebabkan salah satunya karena tingginya tekanan pada daerah lumbal (bagian bawah punggung yang menyangga berat badan).

    "Tak ada satupun aktivitas tubuh yang tidak membebani daerah lumbal, bahkan pada saat tidur," jelas Dr Muki.

    Dijelaskan bahwa pada saat tidur telentang daerah lumbal menyangga beban tubuh sebesar 25 kg, sedangkan posisi tidur miring justru memberikan beban 3 kali lebih besar, yaitu 75 kg.

    "Jadi tidur telentang adalah posisi tubuh yang paling ringan menyangga beban tubuh. Tapi kalau tidurnya di kasur empuk ya beban tetap berat, akhirnya tidak bisa mengistirahatkan lumbal. Posisi yang paling rileks lagi dengan menaruh bantal di bawah betis saat tidur," jelas Dr Muki.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 8:45 pm