Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Waspada! Kedelai Bisa Sebabkan Kemandulan

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Waspada! Kedelai Bisa Sebabkan Kemandulan

    Post  flade on Thu Sep 01, 2011 3:59 am

    Waspada! Kedelai Bisa Sebabkan Kemandulan


    Kacang kedelai punya banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Protein pada kedelai telah terbukti untuk mencegah serangan jantung. Bagi para vegetarian, kedelai juga jadi salah satu makanan favorit pengganti daging.

    Tapi baik untuk kesehatan tubuh, belum tentu baik juga bagi kesehatan reproduksi. Seperti dilansir Intimate Medicine, sejumlah ahli berpendapat, jika dikonsumsi secara berlebihan, kedelai bisa menaikkan risiko kemandulan baik pada pria maupun wanita. Komponen pada kedelai yang bertanggung jawab terhadap kemandulan adalah isoflavon. Walaupun sangat baik untuk kehalusan kulit, isoflavon bisa memengaruhi produksi sperma pada pria dan gangguan menstruasi pada wanita.

    Bagaimana kedelai memengaruhi kesehatan reproduksi manusia? Ini jawabannya.

    Efek Buruk Kedelai pada Organ Reproduksi Pria
    Peneliti di Harvard School of Public Health telah melakukan percobaan pada responden pria. Responden dibagi menjadi dua kelompok; yang pertama diminta mengonsumsi burger kedelai, dan kelompok lainnya makan burger daging. Setelah tiga bulan penelitian, ditemukan pria yang makan burger kedelai memproduksi sperma 40% lebih sedikit dibandingkan responden yang mengonsumsi daging. Hal ini karena kedelai memengaruhi level testosteron dan dorongan seksual. Meski begitu, kedelai bisa mencegah terkena kanker prostat.

    Kedelai Sebabkan Ketidakseimbangan Hormon pada Wanita
    Konsumsi banyak kedelai sangat dianjurkan bagi wanita yang sudah mengalami menopause, karena bisa jadi alternatif yang efektif untuk terapi pergantian hormon yang hilang. Jika terapi ini diterapkan pada wanita yang masih di masa subur, bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon, yang bisa berarti dua hal: kelebihan atau kekurangan hormon. Bila ingin diet daging dan menggantinya dengan kedelai, sangat disarankan untuk mengetahui keadaan hormon Anda. Pada umumnya, kedelai tidak cocok bagi wanita yang sedang mengonsumsi pil penambah hormon estrogen, karena bisa menyebabkan levelnya terlalu tinggi di tubuh.

    Kedelai juga bisa berdampak pada siklus menstruasi. Sebuah penelitian singkat telah dilakukan Aedin Cassidy, seorang profesor ahli diet dan nutrisi bersama timnya. Dia menemukan bahwa mengonsumsi makanan mengandung kedelai secara rutin selama satu bulan akan memperpanjang siklus menstruasi sampai 2,5 hari.

    Kacang kedelai dan produk-produk olahannya, punya efek seperti pil kontrasepsi. Jika mengharapkan kehamilan, sebaiknya hindari mengonsumsi kedelai khususnya saat Anda memasuki masa paling subur. Produk olahan kedelai seperti susu dan tahu, punya kandungan phyto-estrogen yang cukup tinggi. Ini adalah jenis estrogen yang banyak ditemui pada tanaman dan lebih lemah dibandingkan estrogen yang diproduksi tubuh manusia. Phyto-estrogen memblokir sel yang peka terhadap rangsangan estrogen dalam tubuh. Sehingga tubuh tidak bisa menggunakannya untuk reproduksi.

    Apakah konsumsi kedelai harus dihindari agar terhindar dari kemandulan?

    Kedelai tidak perlu dihindari. Hanya perhatikan jumlah asupannya. Jangan terlalu sering mengonsumsi produk olahan kedelai, atau menjadikannya sebagai bahan makanan utama. Satu hal yang perlu diwaspadai, tidak hanya tahu, tempe atau susu yang menggunakan kedelai sebagai bahan utama pembuatnya. Kedelai juga sering dijadikan bahan tambahan dalam produk-produk olahan lain. Hampir 70% produk makanan di pasaran mengandung kedelai. Contohnya sereal sarapan, mayonnaise, margarin, cokelat, biskuit, roti, sosis, dan sebagainya.



      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 2:03 pm