Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Alasan Pria Hemat Bicara & Wanita Cerewet

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Alasan Pria Hemat Bicara & Wanita Cerewet

    Post  kuning on Thu Sep 01, 2011 3:20 pm

    Alasan Pria Hemat Bicara & Wanita Cerewet


    Banyak wanita meminta pasangan pria agar mengungkap hal yang mengganggu mereka. Namun, kebanyakan pria hanya cuek dan menganggap hal itu bukanlah sesuatu yang perlu dikatakan. Ini bukan berarti kekasih tidak peduli atau mencoba tampak kuat.

    Sebuah studi terbaru menyebutkan, sebagian besar pria berpikir bahwa mendiskusikan masalah dengan wanita hanya membuang-buang waktu. Sikap ini berlaku bukan hanya bagi pria dewasa, namun juga pada anak laki-laki. Penelitian, yang akan diterbitkan dalam jurnal Child Development, menemukan bahwa saat menghadapi masalah, anak laki-laki bertindak seperti pria dewasa.

    "Selama bertahun-tahun, psikolog populer bersikeras bahwa anak laki-laki maupun pria mau mengatakan masalah mereka, namun dikalahkan oleh rasa takut, atau malu terlihat lemah," kata Amanda J. Rose, profesor ilmu psikologi dan seni di Universitas Missouri College.

    "Saat ketika meminta anak laki-laki menceritakan masalah, mereka mengekspresikan kecemasan berbeda dengan anak perempuan," ujar Rose. Ia menambahkan, "Respon anak lak-laki menunjukkan, mereka merasa membicarakan masalah sama sekali tak berguna."

    Para peneliti dari Universitas Missouri melakukan empat studi terpisah dan mengumpulkan informasi pada hampir 2.000 anak-anak dan remaja. Hasilnya cukup mengejutkan. Anak-anak perempuan mengatakan membicarakan masalah yang menimpa mereka membuat mereka merasa diperhatikan dan dimengerti.

    Tetapi, anak laki-laki merasa berbicara tentang masalah mereka akan mengarah pada intimidasi. Mereka menghindari diskusi karena mereka merasa malu dan merasa aneh, serta membuang waktu.

    Itu sebabnya, diperlukan pendekatan berbeda bagi para orang tua untuk mendekati anak perempuan dan laki-laki. "Untuk anak laki-laki, sangat membantu menjelaskan pada mereka, bahwa membicarakan beberapa masalah tidak akan membuang waktu," kata Rose.
    Meskipun demikian, orang tua tidak boleh memaksa agar anak curhat, sebab itu sangat membuat mereka merasa makin tidak aman.

    Dan saat menghadapi anak perempuan, jangan membicarakan masalah mereka secara berlebihan karena akan mengarah pada depresi dan kecemasan. "Anak perempuan harus diberitahu, bahwa membicarakan masalah bukanlah satu-satunya cara mengatasinya, tapi bisa mendapat pemecahan lewat diskusi," ucapnya seperti dikutip dari Shine.



      Waktu sekarang Sun Oct 02, 2016 12:16 am