Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Yesterday at 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA

Paid2YouTube.com

    Tentang Masakan Minangkabau

    Share

    linda

    114
    Age : 28
    20.01.09

    Tentang Masakan Minangkabau

    Post  linda on Fri May 08, 2009 6:31 am

    Jika kita sering makan ke rumah makan Padang, mungkin kita susah membedakan mana masakan asli Minangkabau yang khas dan berasal dari Bukittinggi. Masakan Minangkabau yang asli Bukittinggi biasanya ditambahi kata-kata Kapau atau cukup kata Kapau. Salah satu masakan tradisional khas Bukittinggi yang super enak adalah sambal toko maco baledang. Sambal Tokok Maco khas Minangkabau ini, lebih kerasa pedas dan enaknya dibandingkan sambal Cibiuk yang lagi ngetrend di Bandung sekarang…

    Bagi masyarakat Minangkabau, rasa pedas merupakan identitas dari pola masakan etnis ini. Namun banyak yang tidak mengetahui, masakan yang super tradisional Minangkabau ini, teknik pengolahannya sangat sederhana dan sangat gampang disajikan. Bagi masyarakat Minangkabau, terutama leluhur mereka yang asli berasal dari Bukittinggi, sambal Tokok Maco Baledang merupakan sambal yang wajib disajikan setiap acara makan.

    Daftar masakan Minangkabau yang susah (agak susah) dicari di rumah makan Padang, terutama di Bandung yang banyak urang awaknya:

    1. Sambal Tokok Maco Baledang: Masakan super tradisional masyarakat pure Minangkabau (Bukittinggi, red). Bahan dasar dari Cabe merah, Garam, dan ikan asin tawar Baledang. Digiling sampai halus lalu ikan asin tawar baledang ditumbuk didalam cabe.

    2. Sambal Uwok: Masakan ini biasanya dibuat dari air tajin nasi yang sudah di masak, lalu diletakkan di mangkok atau gelas, ditanak lagi bersamaan dengan nasi. Jadi, nasi masak, lauknya juga sudah langsung siap disajikan. Pola ngirit masyarakat Minangkabau. Bahan dasar, cabe, ikan asin, garam, bawang, tomat sedikit.

    3. Palai: Jika orang Sunda menamakannya buntil, maka orang-orang Minang menyebutnya Palai. Palai yang dikenal ada 2 jenis: Berbahan dasar kelapa digiling atau Cabe merah semua, lalu diisi ikan teri tawar atau ikan asin gembung. Dibungkus dengan daun pisang, daun ubi, atau daun talas lalu dikukus kemudian di sangai.

    4. Gulai Bukek: Gulai bukek sebenarnya sama dengan kuah sate Padang yang sering ditemukan di kaki lima atau rumah makan Padang. Bedanya dengan gulai sate Padang, gulai bukek biasanya memakai cubadak atau nangka muda dan daging kambing. Gulai Bukek berbahan dasar dari beras yang ditumbuk, diberi bumbu secukupnya, lalu dimasak seperti membuat gulai biasa. Gulai bukek tidak menggunakan santan, cukup dengan air saja. Supaya lebih kental kuahnya, biasa ditambahi lemak ke gulai. Pada jaman dahulu, di Bukittinggi, setiap ada perhelatan Baralek Gadang, ada istilah yang terkenal untuk gulai bukek: Potong Kambiang, Cubadak Makan….( he he…pelit..)

    5. Pangek: Jika masakan Minang terkenal akan tahan lama, salah satu teknik supaya masakan masih awet dan bisa dimakan adalah teknik disangai. Kalau di Jogja, masakan seperti ini biasanya osengan nangka muda kering dan manis yang sering disajikan pada menu nasi gudeg. Masakan Minang yang biasanya disajikan untuk menjadi pangek adalah gulai kacang panjang yang sering dipanaskan berkali-kali sampai kering kerontang…(ngirit lagi… he he)

    Catatan: Menurut Tambo Sejarah Minangkabau: Asal usul cikal bakal masyarakat inti Minangkabau (pure Minang) berasal dari tiga (3) Luhak di Sumatera Barat:1. Luhak AGAM 2. Luhak Lima Puluh Koto 3. Luhak Tanah Datar. Masing-masing Luhak membawahi nagari-nagari. Tiap Luhak memiliki gunung dan pemukiman besar sebagai pusat Luhak.
    1. Luhak Agam, dengan pusatnya Bukittinggi terletak di bawah kaki gunung Singgalang.
    2. Luhak Lima Puluh Koto, dengan pusatnya Payakumbuh terletak di bawah kaki gunung Sago.
    3. Luhak Tanah Datar, dengan pusatnya Padangpanjang terletak dibawah kaki gunung Merapi.

      Waktu sekarang Sun Sep 25, 2016 3:54 am