Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kurus Belum Tentu Kurang Makan, Bisa Juga Kelebihan Kromosom

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Kurus Belum Tentu Kurang Makan, Bisa Juga Kelebihan Kromosom

    Post  clara on Fri Sep 02, 2011 1:46 pm

    Kurus Belum Tentu Kurang Makan, Bisa Juga Kelebihan Kromosom



    Punya tubuh kurus sering memberi kesan kurang gizi, padahal sebenarnya sudah makan dengan pola yang benar. Menurut penelitian, beberapa orang memang dilahirkan untuk kurus selamanya karena memiliki kelebihan gen yang disebut gen-16.

    Normalnya, seseorang mewarisi komposisi gen yang sama dari kedua orangtuanya. Namun pada beberapa orang gen-gen tertentu bisa mengalami duplikasi sehingga jumlahnya menjadi 2 kali lebih banyak, maupun penghilangan sehingga komposisinya berkurang.

    Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Imperial College London di Inggris dan University of Lausanne di Swiss mengungkap, komposisi gen bernomor 16 atau disebut gen-16 dapat mempengaruhi berat badan. Seseorang yang mengalami duplikasi gen tersebut akan tetap kurus meski banyak makan.

    Sebaliknya pada orang yang kehilangan sebagian dari gen tersebut, berat badannya diyakini akan lebih mudah mengalami peningkatan meski pola makannya sama dengan yang lain. Akibatnya meski sudah berusaha diet, tubuhnya cenderung tetap kelihatan gemuk.

    Penelitian yang melibatkan 95.000 orang tersebut mengungkap, duplikasi atau penggandaan gen-16 dialami oleh 1 dari 2.000 orang di seluruh dunia. Pada laki-laki, kondisi ini meningkatkan risiko underweight sebesar 23 kali lipat dan pada perempuan 5 kali lipat.

    Underweight atau sangat kurus didefinisikan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) di bawah 18,5 kg/m2. Kebalikan dari underweight adalah overweight yakni jika IMT berada pada rentang 25-29 kg/m2 atau obesitas jika IMT telah melebihi angka 30 kg/m2.

    Selain meningkatkan risiko underweight, duplikasi yang membuat komposisi gen-16 terlalu banyak juga berisiko memicu microcephalus atau bentuk kepala terlalu kecil. Karena kepalanya kecil, volume otak terbatas sehingga rentan mengalami kerusakan saraf dan harapan hidupnya rata-rata lebih pendek.

    "Sekitar 25 persen orang kurus yang mengalami duplikasi gen-16 juga mengalami microcephalus," ungkap Philippe Froguel dari Imperial College London seperti dikutip dari Reuters.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 3:33 pm