Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Saat Bunuh Diri, Perempuan Masih Memikirkan Penampilan

    Share
    avatar
    clara

    945
    23.01.09

    Saat Bunuh Diri, Perempuan Masih Memikirkan Penampilan

    Post  clara on Fri Sep 02, 2011 2:01 pm

    Saat Bunuh Diri, Perempuan Masih Memikirkan Penampilan



    Bunuh diri biasanya dilakukan ketika seseorang benar-benar putus asa sehingga sudah tidak sanggup memikirkan apapun. Namun dibanding laki-laki, perempuan masih lebih sempat memikirkan satu hal sebelum mengakhiri hidup yakni penampilan.

    Dikatakan demikian karena menurut penelitian, perempuan cenderung tidak ingin tampak mengenaskan jika suatu saat nanti jasadnya ditemukan. Karena itu saat melakukan bunuh diri dengan pistol, perempuan lebih jarang menembakkannya di bagian kepala atau wajah.

    Saat bunuh diri, tembakan pistol ke arah wajah atau kepala 2 kali lebih sering dilakukan oleh laki-laki dibandingkan pada perempuan. Diyakini, hal ini dipicu oleh kecenderungan para laki-laki untuk tidak terlalu memikirkan penampilan, apalagi dalam kondisi putus asa.

    Kecenderungan ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Valerie Callaran dari University of Akron dan Mark Davis dari Ohio State Unversity. Dikutip dari Medicalnewstoday, para kedua ilmuwan mengamati 621 catatan kasus bunuh diri di Ohio yang terjadi antara tahun 1997-2006.

    Temuan lain yang terungkap dalam penelitian ini adalah kecenderungan untuk menembakkan pistol ke arah wajah dan kepala tak hanya dipengaruhi jenis kelamin tetapi juga tingkat stres. Makin tinggi tingkat stresnya, makin besar kecenderungan untuk membiarkan wajahnya hancur diterjang peluru.

    Sementara dalam artikel detikHealth sebelumnya, psikiater dari Fakutlas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Suryo Dharmono, SpKJ(K) juga menyampaikan pendapat yang kurang lebih sama. Menurutnya, perempuan cenderung memilih cara bunuh diri yang kurang agresif sehingga kadang malah tidak berhasil.

    "Percobaan bunuh diri pada perempuan 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki, tapi keberhasilan bunuh diri lebih tinggi terjadi pada laki-laki," ungkap Dr Suryo.

    Dr Suryo menambahkan, laki-laki cenderung menggunakan cara yang agresif untuk bunuh diri seperti loncat dari gedung, menusuk diri atau menembak kepala pistol. Dengan cara tersebut, peluang keberhasilannya lebih tinggi dibanding perempuan yang cenderung memilih bunuh diri dengan minum obat atau menyayat urat nadi.



      Waktu sekarang Fri Jul 28, 2017 7:52 pm