Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Saat Bunuh Diri, Perempuan Masih Memikirkan Penampilan

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Saat Bunuh Diri, Perempuan Masih Memikirkan Penampilan

    Post  clara on Fri Sep 02, 2011 2:01 pm

    Saat Bunuh Diri, Perempuan Masih Memikirkan Penampilan



    Bunuh diri biasanya dilakukan ketika seseorang benar-benar putus asa sehingga sudah tidak sanggup memikirkan apapun. Namun dibanding laki-laki, perempuan masih lebih sempat memikirkan satu hal sebelum mengakhiri hidup yakni penampilan.

    Dikatakan demikian karena menurut penelitian, perempuan cenderung tidak ingin tampak mengenaskan jika suatu saat nanti jasadnya ditemukan. Karena itu saat melakukan bunuh diri dengan pistol, perempuan lebih jarang menembakkannya di bagian kepala atau wajah.

    Saat bunuh diri, tembakan pistol ke arah wajah atau kepala 2 kali lebih sering dilakukan oleh laki-laki dibandingkan pada perempuan. Diyakini, hal ini dipicu oleh kecenderungan para laki-laki untuk tidak terlalu memikirkan penampilan, apalagi dalam kondisi putus asa.

    Kecenderungan ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Valerie Callaran dari University of Akron dan Mark Davis dari Ohio State Unversity. Dikutip dari Medicalnewstoday, para kedua ilmuwan mengamati 621 catatan kasus bunuh diri di Ohio yang terjadi antara tahun 1997-2006.

    Temuan lain yang terungkap dalam penelitian ini adalah kecenderungan untuk menembakkan pistol ke arah wajah dan kepala tak hanya dipengaruhi jenis kelamin tetapi juga tingkat stres. Makin tinggi tingkat stresnya, makin besar kecenderungan untuk membiarkan wajahnya hancur diterjang peluru.

    Sementara dalam artikel detikHealth sebelumnya, psikiater dari Fakutlas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Suryo Dharmono, SpKJ(K) juga menyampaikan pendapat yang kurang lebih sama. Menurutnya, perempuan cenderung memilih cara bunuh diri yang kurang agresif sehingga kadang malah tidak berhasil.

    "Percobaan bunuh diri pada perempuan 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki, tapi keberhasilan bunuh diri lebih tinggi terjadi pada laki-laki," ungkap Dr Suryo.

    Dr Suryo menambahkan, laki-laki cenderung menggunakan cara yang agresif untuk bunuh diri seperti loncat dari gedung, menusuk diri atau menembak kepala pistol. Dengan cara tersebut, peluang keberhasilannya lebih tinggi dibanding perempuan yang cenderung memilih bunuh diri dengan minum obat atau menyayat urat nadi.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 12:23 am