Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Terdeteksi Kanker Setelah Payudara Disikut Anaknya

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Terdeteksi Kanker Setelah Payudara Disikut Anaknya

    Post  lea on Sun Sep 04, 2011 1:06 pm

    Terdeteksi Kanker Setelah Payudara Disikut Anaknya


    Jill Jones sedang bermain dengan bayinya Amelia Jones yang berumur 15 bulan di kamar. Tanpa sengaja, Amelia menyenggol keras payudara kiri ibunya dengan sikunya (menyikut) yang membuat sang ibu kesakitan. Sambil meremas payudaranya yang sakit, tak tahunya si ibu menemukan benjolan yang setelah dideteksi ternyata kanker ganas.

    Begitulah awal kejadian terdeteksinya kanker payudara stadium 3 yang dialami Jill Jones (41 tahun) pada 4 tahun lalu di tahun 2007. Ia menganggap putrinya yang kini berusia 5 tahun itu sebagai penyelamat hidupnya.

    "Saat itu rasanya benar-benar sakit dan aku menggosoknya untuk meringankan rasa sakit. Tapi kemudian aku menemukan benjolan di samping. Padahal aku belum pernah merasakannya, jadi aku benar-benar terkejut saat menemukan benjolan itu," kata Jill seperti dilansir dari dailymail.

    Jill mengatakan setelah payudaranya tersikut dan menemukan benjolan tersebut, ia menceritakan kepada suaminya Martin pada malam harinya. Oleh suaminya ia didesak untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

    Saat memeriksakan diri ke dokter, Jill dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lengkap. Jill mengaku saat itu tidak berpikiran buruk dan menganggap sebagai hal yang biasa.

    Jill lalu melakukan tes mammogram dan biopsi di rumah sakit Great Western di Swindon. Seminggu kemudian dokter menyampaikan kabar buruk bahwa dia menderita kanker payudara agresif stadium 3 dan harus melakukan pengangkatan benjolan sebelum kankernya menyebar ke kelenjar getah bening.

    Mendengar vonis itu Jill mengaku terpukul. Bagaimana mungkin di saat usianya saat itu masih muda (37 tahun) ia harus terkena kanker ganas. Apalagi Jill selalu bergaya hidup sehat, rajin ke tempat gym 4 kali seminggu, selalu makan makanan sehat, tidak merokok dan hanya minum alkohol sesekali.

    "Aku masih muda dan tidak memiliki riwayat keluarga yang memiliki kanker payudara. Jadi aku tidak bisa mengerti mengapa itu terjadi pada saya," kata Jill.

    Jill lalu melakukan operasi mastektomi yang dilanjutkan dengan kemoterapi dan radioterapi. Pengobatan kemoterapi intensif itu selesai pada akhir Desember 2007. Tetapi kemudian pada Desember 2008, tes menunjukkan timbulnya kembali benjolan untuk kedua kalinya sehingga harus melakukan pengobatan lagi.

    Tapi sejak operasi yang kedua hingga pemeriksaan terakhir, kanker itu tidak ada tanda-tanda muncul lagi. Namun operasi dan pengobatan yang ia lakukan telah membuatnya mengalami menopause dini. Jill juga tidak bisa lagi memiliki anak seperti yang ia rencanakan untuk memberikan adik buat Amelia.

    "Aku merasa beruntung memiliki Amelia, jika Amelia tidak menyikutku saat itu mungkin kanker sudah menyebar dengan cepat. Ketika dia sudah cukup usia aku akan memberitahukan bagaimana dia menyelamatkan hidupku," ungkap Jill yang tinggal di Cricklade, Wiltshire Inggris.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 10:54 am