Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Rokok Picu Hormon Seks Penyebab Penyakit Akut

    Share
    avatar
    via

    863
    04.03.09

    Rokok Picu Hormon Seks Penyebab Penyakit Akut

    Post  via on Mon Sep 05, 2011 2:10 am

    Rokok Picu Hormon Seks Penyebab Penyakit Akut


    Berbagai studi menunjukkan kebiasaan merokok atau mengirup asap rokok berefek lebih buruk pada wanita daripada pria. Studi terbaru mengungkap, salah satu bahaya merokok adalah mengubah hormon dalam tubuh, terutama wanita pascamenopause.

    Perokok di usia menopause memiliki tingkat hormon seks lebih tinggi sehingga memicu risiko terjadinya penyakit kronis dibandingkan mereka yang bukan perokok.

    "Peningkatan kadar hormon seks pada perokok menunjukkan bahwa asap rokok, selain berefek langsung akibat racun karsinogenik, juga memengaruhi risiko penyakit kronis melalui mekanisme hormonal," kata Judith Merek, dari Medical Center Universitas Utrecht di Belanda, penulis utama studi tersebut.

    "Kabar baiknya, efek rokok tampaknya reversibel. Hormon seks akan langsung turun begitu wanita berhenti merokok," ujarnya kepada Times of India.

    Dalam studi ini, peneliti memeriksa sampel darah dari 2.030 wanita pascamenopause berusia 55-81 tahun, yang dikategorikan sebagai 'perokok', 'mantan perokok' atau 'tidak pernah' merokok.

    Mereka menemukan, wanita perokok memiliki kadar androgen dan estrogen lebih tinggi dibanding dua kelompok lain. Sedangkan 'mantan' perokok yang telah berhenti dalam waktu 1-2 tahun memiliki kadar hormon seks sama dengan wanita yang 'tidak pernah' merokok.

    Studi ini akan dipublikasikan dalam Jurnal The Endocrine Society of Clinical Endocrinology Metabolism (JCEM).



      Waktu sekarang Wed Aug 23, 2017 8:37 pm