Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Benarkah Penyakit-penyakit Ini Diturunkan?

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Benarkah Penyakit-penyakit Ini Diturunkan?

    Post  flade on Tue Sep 06, 2011 3:41 pm

    Benarkah Penyakit-penyakit Ini Diturunkan?


    Beberapa penyakit diketahui bisa diturunkan dari orangtua ke anak-anaknya. Tapi benarkah penyakit-penyakit ini bisa diturunkan ke anak? Dan berapa risikonya?

    "Sejarah dari keluarga memang semakin diketahui memiliki peran yang penting dalam diagnosis," ujar Dr helen Stokes-Lampard dari Royal College of General Practitioners, seperti dikutip dari Dailymail.

    Sejauh ini para ilmuwan telah mengidentifikasi gen yang bisa meningkatkan risiko dari 400 kondisi berbeda, seperti cystic fibrosis dan Parkinson. Tapi suatu penyakit kadang dipengaruhi oleh kombinasi antara genetik dan juga gaya hidup.

    Untuk itu ketahui benarkah penyakit-penyakit ini bisa diturunkan ke anak-anaknya dan berapa persen kemungkinan risiko terkena penyakit tersebut seperti:

    Tekanan darah tinggi
    Kondisi ini sering dikenal sebagai silent killer karena jarang menunjukkan gejala dan tidak terdiagnosis. Padahal jika tidak diobati, tekanan darah tinggi bisa meningkatkan risiko stroke dan jantung. Para ahli menuturkan jika salah satu orangtua memiliki tekanan darah tinggi, maka risikonya sebesar 15 persen atau lebih karena dipengaruhi pula oleh gaya hidupnya.

    Kolesterol tinggi
    Tingkat kolesterol tinggi yang diturunkan dalam keluarga disebut dengan Familial Hypercholesterolaemia, karena adanya perubahan gen yang mana lemak dalam darah tidak termetabolisme dengan baik.

    Jika salah satu orangtua memiliki kondisi tersebut maka kemungkinan risikonya sebesar 50 persen, dan jika ditambah dengan adanya anggota keluarga yang memiliki riwayat jantung maka risikonya semakin besar. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan tes genetik.

    Hipotiroid (tiroid yang kurang aktif)
    Kondisi ini terajdi jika tubuh tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup. Jika memiliki saudara atau ibu dengan kondisi tersebut maka anaknya berisiko 20 kali lebih mungkin memiliki penyakit tersebut.

    Gangguan bipolar (bipolar disorder)
    Kondisi ini biasanya dipicu oleh stres dan ketidakseimbangan senyawa kimia di otak, tapi beberapa kasus juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Jika orangtua memiliki kondisi ini maka setiap anak-anaknya memiliki risiko sebesar 10-15 persen. Kondisi ini memungkinkan adanya faktor genetik, meskipun ada faktor lain yang mempengaruhi.

    Migrain
    Jika saudara tingkat pertama seperti anak atau saudara kandung memiliki migrain tanap disertai dengan gangguan visual, maka kemungkinan risikonya sebesar 1,9 kali untuk menderita migrain juga. Tapi jika migrain yang dialami disertai gangguan visual, maka faktor genetik kurang mempengaruhi. Meski begitu faktor lain seperti stres, hormon dan dehidrasi bisa jadi pemicunya.

    Radang sendi (artritis)
    Penyakit radang sendi seperti osteoartrithis sangat jarang diwariskan karena berhubungan dengan kondisi keausan pada sendi. Tapi jika kondisi yang dialami adalah rheumatoid artrithis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh menyerang sendi, maka kemungkinan ada kaitannya dengan genetik.

    Kanker payudara dan kanker indung telur
    Sekitar 90 pesen kasus kanker ini tidak diwariskan, meskipun beberapa kasus diketahui akibat adanya kerusakan gen yang diwariskan. Kondisi ini menunjukkan meski seseorang tidak ada riwayat kanker, ia tetap perlu waspada dan menghindari segala macam pemicunya.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 2:53 pm