Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Orang Berwajah Jelek Kini Bisa Sulit Dapat Kerja

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Orang Berwajah Jelek Kini Bisa Sulit Dapat Kerja

    Post  clara on Fri Sep 09, 2011 2:01 pm

    Orang Berwajah Jelek Kini Bisa Sulit Dapat Kerja


    Apakah Anda tidak kunjung mendapatkan pekerjaan idaman? Kini, Anda bisa menyalahkan bentuk diskriminasi baru. 'Lookism' adalah sebuah bentuk rasisme yang baru, dimana orang tidak menerima penampilan atau rupa wajah orang yang jelek, seperti dikutip dari Dailymail.

    Beberapa menganggap ini hanya kecenderungan dimana orang yang memiliki wajah dan penampilan atraktif lebih sukses daripada mereka yang tidak diberkahi dengan wajah rupawan. Hal ini juga dianggap sebagai bentuk diskriminasi baru dalam dunia karir yang harus segera dibasmi.

    Di Amerika, hal ini telah menjadi beberapa kasus hukum, dan para ahli pun mulai banyak mempelajari subyek ini. Ahli ekonomi, Daniel Hamermesh, berpendapat bahwa orang yang tidak rupawan harus dilindungi oleh hukum. Ia berujar, "Riset yang saya lakukan menunjukkan memiliki wajah menarik membantu Anda mendapatkan penghasilan lebih, mendapat jodoh kaya hingga mendapat penawaran yang lebih baik dalam transaksi, sedangkan orang jelek tidak bisa berbuat apa-apa."

    Namun menurut Lawrence Davies dari firma hukum Equal, hal ini akan berdampak kurang baik bagi sistem kerja. "Bagaimanapun, melindungi orang-orang yang dianggap 'jelek' sebagai salah satu bentuk kecacatan akan membawa masyarakat ke arah yang salah," ujarnya. Ia menekankan bahwa masayarakat harus lebih fokus terhadap kesamaan hukum yang telah ditetapkan di lingkungan kerja.

    Kasus ini semakin diperkuat oleh kasus Shirley Ivey, 61 tahun. Ia menuntut perusahaannya di Washington karena 'lookism'. Ia meninggalkan posisinya karena merasa stres berkepanjangan karena atasannya selalu mengatakan pada dirinya bahwa ia akan lebih disukai jika dirinya lebih cantik.



      Waktu sekarang Thu Sep 29, 2016 3:33 am