Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Balita Diajari Pipis Lebih Dini Karena Popok Makin Mahal

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Balita Diajari Pipis Lebih Dini Karena Popok Makin Mahal

    Post  flade on Sun Sep 11, 2011 4:00 pm

    Balita Diajari Pipis Lebih Dini Karena Popok Makin Mahal


    Untuk menghemat pengeluaran rumah tangga, anak-anak khususnya balita terkadang ikut dikorbankan. Seperti di Amerika Serikat, orangtua kini lebih awal mengajarkan anak balitanya untuk pipis di toilet agar tidak perlu membeli popok lagi.

    Menurut data The Pampers Indicator, penggunaan popok bayi dan balita di Amerika Serikat tahun ini mengalami penurunan hingga 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini agak mengherangkan mengingat angka kelahiran bayi tidak pernah turun sebanyak itu.

    Sementara itu data lain menunjukkan, pada periode yang sama penjualan krim untuk mengobati ruam kulit pada bayi dan balita justru mengalami peningkatan. Hal ini menyiratkan adanya hubungan antara ruam kulit dengan berkurangnya penggunaan popok.

    Diduga, sebagian keluarga di Amerika Serikat mulai mengurangi frekuensi mengganti popok karena harganya memang mengalami peningkatan. Akibatnya bayi dan balita sering menggunakan popok yang tidak bersih atau sudah lembab oleh keringat, sehingga muncul ruam di kulitnya.

    Namun dugaan ini dibantah oleh seorang juru bicara Proctor & Gamble, salah satu produsen popok terkenal yakni Pampers. Dikutip dari AdAge.com, ia mengakui harga popok makin mahal namun tidak melihat adanya kecenderungan untuk mengurangi frekuensi ganti popok.

    Lantas kenapa angka penggunaan popok turun 9 persen dalam setahun terakhir? Juru bicara yang tidak disebutkan namanya ini mengungkap dugaan lain yang lebih masuk akal, yakni orangtua cenderung lebih awal mengajarkan anaknya untuk pipis di toilet sehingga tidak perlu pakai popok lagi.

    Normalnya, mengajari anak pipis di toilet atau toilet training dimulai di usia Usia 18-36 bulan dengan memperkenalkan cara-cara buang air kecil. Jika dimulai lebih dini, maka wajar jika penggunaan popok secara nasional di Amerika Serikat mengalami penurunan yang cukup signifikan.

    Kembali ke masalah ganti popok, Amerika serikat memang memiliki rekor yang cukup bagus dalam hal frekuensi mengganti popok bayi atau balita yakni rata-rata 6,3 kali/hari. Angka ini lebih tinggi dibanding Jerman (5,06), Prancis (5,15) dan Russia (3,84).

    Namun dibandingkan negara-negara di Asia, rekor Amerika Serikat dalam hal mengganti popok masih kalah setidaknya oleh 2 negara. Jepang mengganti popok bayi rata-rata 6,45 kali/hari sementara India bahkan bisa mencapai 9,03 kali/hari.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 6:57 pm