Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    8 dari 10 Teman Berbahaya

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    8 dari 10 Teman Berbahaya

    Post  daun.kuning on Mon Sep 12, 2011 5:09 am

    Survei: 8 dari 10 Teman Berbahaya


    Teman adalah salah satu orang terdekat yang diharapkan dapat mendukung dan membantu saat kita mengalami masalah. Sebuah studi terbaru mengungkap, teman memberi lebih banyak masalah ketimbang membantu.

    Menurut sebuah survei yang dilakukan situs Today.com dan majalah Swa, 84 persen wanita berjuang dari para teman 'beracun' yang egois, menguras emosi, berkomentar pedas atau pengkhianat. Hal yang sama juga terjadi pada pria, tiga dari empat pria menyatakan terlibat dalam jenis pertemanan serupa.

    Seperti dilansir dari Daily Mail, sebanyak 65 persen mereka yang disurvei mengeluhkan memiliki teman yang terobsesi pada diri sendiri, 59 persen menuduh teman mereka sebagai 'vampir' emosional yang menguras cadangan energi mereka.

    Jajak pendapat dilakukan pada 18.000 wanita dan 4.000 pria. Dari sini diketahui, hanya lebih dari setengah melaporkan punya teman yang kritis, sementara 45 persen menyatakan perilaku pengkhianatan dan komentar pedas. Sementara, 37 persen orang yang disurvei mengaku sering teman-teman mereka sering melontarkan sesuatu yang menyakitkan.

    Irene Levine, profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas New York mengatakan hal berbeda dari hasil studi, "Sejumlah penelitian menunjukkan persahabatan mengurangi stres, risiko depresi, bermanfaat pada kesehatan dan bahkan memperpanjang usia."

    "Kita tidak hanya mendapat nasihat praktis dan dukungan, tetapi juga perasaan didukung yang tak dapat diukur," ujarnya.

    Meskipun sepertiga dari partisipan mengaku mereka dapat mengakhiri persahabatan dengan seorang yang tak bisa dipercaya, 83 persen mengatakan mereka membiarkan persahabatan lebih lama daripada seharusnya. Ini dilakukan karena 'putus' terlalu menakutkan.

    Sebaliknya, 37 persen memblokir orang yang mereka tidak suka di Facebook, sementara 53 persen menurunkan 'tingkat pertemanan' dari melihat dan berkomunikasi secara teratur menjadi jarang.

    Dr Gail Saltz, profesor psikiatri di Rumah Sakit Presbyterian New York, menambahkan, "Alasan sulit membuang teman beracun adalah orang yang berada dalam hubungan disfungsional. Ada sesuatu di dalamnya yang Anda temukan menarik atau familiar."

    "Tergantung pada sifat dari apa yang terjadi dalam hubungan, Anda mungkin merasa bersalah. Atau bisa jadi, Anda secara tersirat membutuhkan orang tersebut dan merasa buruk bila meninggalkan mereka," tandasnya.



      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 12:12 pm