Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Obat Pereda Nyeri Tingkatkan Risiko Keguguran

    Share
    avatar
    kuning

    557
    07.10.09

    Obat Pereda Nyeri Tingkatkan Risiko Keguguran

    Post  kuning on Tue Sep 13, 2011 6:45 am

    Obat Pereda Nyeri Tingkatkan Risiko Keguguran


    Hati-hati mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang mengandung ibuprofren saat merencanakan kehamilan hingga usia kandungan 20 minggu. Sebuah penelitian menemukan, wanita yang mengasup ibuprofen sesaat sebelum hamil hingga usia 20 minggu berisiko dua kali lipat mengalami keguguran.

    Para ilmuwan memperingatkan, puluhan ribu ibu hamil mengasup ibuprofen saat kehamilan tanpa menyadari bahayanya. Meskipun ada peringatan jelas mengenai bahaya obat selama kehamilan, satu dari enam ibu hamil masih meminum obat pereda rasa sakit ibuprofen.

    Penelitian melibatkan kelompok obat penghilang rasa sakit yang dikenal sebagai non-steroid atau obat anti inflamasi (OAINS) meliputi ibuprofen dan naproxen. Aspirin merupakan salah satu kategori ini meski tak dimasukkan dalam studi. Sementara parasetamol dianggap aman selama kehamilan.

    Para peneliti percaya, asupan obat-obatan menyebabkan embrio tidak melekat dalam rahim dengan sempurna sehingga wanita lebih mungkin menderita keguguran atau aborsi spontan.

    Sekitar satu dari delapan kehamilan berakhir dengan keguguran, dan mayoritas terjadi dalam 12 minggu pertama. Seringkali, penyebab keguguran belum jelas, namun wanita yang berusia lebih tua, minum minuman beralkohol atau menderita obesitas memiliki risiko jauh lebih tinggi.

    Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Medical Association Kanada melibatkan 47.050 wanita berusia 15-45 tahun. Mereka ditanya apakah mengasup obat penghilang rasa sakit selama dua minggu sebelum hamil hingga 20 minggu pertama kehamilan. Dan, satu dari enam wanita hamil mengaku minum obat penghilang rasa sakit.

    Dr Anick Berard dari Universitas Montreal mengatakan, "Kami secara konsisten melihat bahwa risiko aborsi spontan dikaitkan dengan penggunaan diklofenak, naproxen, celecoxib, ibuprofen dan rofecoxib secara sendiri atau dalam kombinasi selama kehamilan. Wanita yang mengasup jenis dan dosis OAINS non-aspirin selama awal kehamilan lebih mungkin untuk memiliki aborsi spontan, " ujarnya seperti dimuat Daily Mail.

    Namun, keguguran akibat obat penghilang rasa sakit terbilang kecil. Studi juga tak memperhitungkan penyebab lain seperti merokok dan obesitas. Dr Virginia Beckett, juru bicara untuk Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists, mengatakan, "Penting agar setiap wanita mengurangi risiko saat merencanakan dan selama kehamilan untuk mengurangi komplikasi dengan gaya hidup sehat."



      Waktu sekarang Tue Jul 25, 2017 5:54 pm