Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Yesterday at 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA

Paid2YouTube.com

    Saat Sakit Kepala, Ubah Posisi Duduk Jadi Tegak

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Saat Sakit Kepala, Ubah Posisi Duduk Jadi Tegak

    Post  clara on Wed Sep 14, 2011 12:24 am

    Saat Sakit Kepala, Ubah Posisi Duduk Jadi Tegak


    Posisi duduk bungkuk atau bermalas-malasan biasanya dilakukan saat sedang santai. Tapi jika sedang mengalami sakit seperti sakit kepala, sebaiknya ganti posisi menjadi lebih tegak untuk mengurangi sakit.

    Kebiasaan duduk bungkuk bisa membuat postur tubuh menjadi buruk dan mengganggu bentuk tulang. Tapi ternyata duduk bungkuk atau dalam posisi malas bisa membuat rasa sakit seperti sakit kepala menjadi lebih buruk.

    Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Social Psychology menemukan bahwa orang yang duduk dalam posisi tubuh tegak bisa meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit.

    "Sikap yang dominan bisa menjadi trik bagi otak untuk memegang kendali, tapi sikap bungkuk atau posisi malas-malasan bisa membuat rasa nyeri semakin buruk," ujar peneliti Vanessa Bohns, PhD dari University of Toronto, seperti dikutip dari Menshealth.com.

    Bohns juga menuturkan bahwa hormon testosteron memainkan peran dalam toleransi rasa sakit. Posisi tubuh yang tegak bisa meningkatkan testosteron yang telah dikaitkan dengan peningkatan toleransi rasa sakit.

    Studi ini melibatkan 89 orang yang dibagi 2 kelompok, yaitu orang yang duduk dalam posisi tegak dan membusungkan dada serta kelompok yang duduk bungkuk dan kaki disilangkan.

    Rasa sakit dipicu dari alat pengukur tekanan darah yang diletakkan di lengan peserta. Peneliti memerintahkan para peserta untuk mengatakan 'stop' jika sudah menyakitkan atau timbul rasa tidak nyaman. Diketahui orang yang berada dalam posisi tegak lebih mampu menahan sakit dibanding orang yang duduk bungkuk.

    Karenanya jika sedang ambil darah, setelah pembedahan atau operasi dan saat melakukan imunisasi, cobalah memperbaiki postur tubuh. Bohns mengungkapkan umumnya orang akan membungkuk dan meringkuk untuk melindungi tubuh selama situasi yang menyakitkan, padahal seharusnya ia duduk dengan posisi tegak untuk mengurangi rasa sakit.

    Selain itu jika mengalami sakit punggung, kelelahan atau sakit kepala, maka cobalah untuk mengubah posisi tubuh menjadi tegak untuk meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit.



      Waktu sekarang Sun Sep 25, 2016 12:24 pm