Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Stop Merokok Bisa Kurangi Sikap Temperamen

    Share
    avatar
    flade

    947
    23.09.09

    Stop Merokok Bisa Kurangi Sikap Temperamen

    Post  flade on Fri Sep 16, 2011 11:57 am

    Stop Merokok Bisa Kurangi Sikap Temperamen


    Bertambah lagi keuntungan jika Anda berhenti merokok. Bukan hanya fisik yang lebih sehat, kondisi psikologis juga bisa lebih baik. Menurut penelitian terbaru, berhenti merokok bisa mengurangi sifat neurotik atau suka mengeluh dan sifat impulsif atau temperamental.

    Penelitian yang dilakukan Andrew Littlefield dari University of Missouri, Amerika Serikat, menemukan ketika seseorang lebih emosional, lebih sensitif, dan mudah cemas, juga cenderung akan merokok. Penelitian ini membandingkan perokok dan seseorang yang sudah berhenti merokok, berusia antara 18 hingga 35 tahun.

    "Perokok di usia 18 memiliki tingkat impulsif lebih tinggi daripada seseorang yang tidak merokok di usia yang sama. Lalu, mereka yang berhenti merokok sifat impulsifnya berkurang secara signifikan antara usia 18 dan 25," kata Littlefield, seperti dikutp dari NY Daily News.

    Untuk perokok yang lebih tua, menurut Littlefield, merokok menjadi bagian dari pola perilaku yang teratur. Ini didorong oleh kebiasaan, keinginan, dan toleransi dan bukan sifat dan kepribadian impulsif. Fakta lain yang ditemukan adalah berhenti merokok atau bahkan hanya mencoba untuk berhenti, bisa membuat perasaan Anda jadi lebih baik.

    Penelitian yang dipublikasi dalam Nicotine and Tobacco Research ini menganalisis gejala depresi pada orang-orang yang mencoba untuk berhenti merokok. Hal yang menarik, subyek penelitian menggambarkan diri mereka sebagai tidak pernah sebahagia seperti ketika berhasil berhenti merokok.



      Waktu sekarang Sun Jul 23, 2017 11:37 pm