Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Stop Merokok Bisa Kurangi Sikap Temperamen

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Stop Merokok Bisa Kurangi Sikap Temperamen

    Post  flade on Fri Sep 16, 2011 11:57 am

    Stop Merokok Bisa Kurangi Sikap Temperamen


    Bertambah lagi keuntungan jika Anda berhenti merokok. Bukan hanya fisik yang lebih sehat, kondisi psikologis juga bisa lebih baik. Menurut penelitian terbaru, berhenti merokok bisa mengurangi sifat neurotik atau suka mengeluh dan sifat impulsif atau temperamental.

    Penelitian yang dilakukan Andrew Littlefield dari University of Missouri, Amerika Serikat, menemukan ketika seseorang lebih emosional, lebih sensitif, dan mudah cemas, juga cenderung akan merokok. Penelitian ini membandingkan perokok dan seseorang yang sudah berhenti merokok, berusia antara 18 hingga 35 tahun.

    "Perokok di usia 18 memiliki tingkat impulsif lebih tinggi daripada seseorang yang tidak merokok di usia yang sama. Lalu, mereka yang berhenti merokok sifat impulsifnya berkurang secara signifikan antara usia 18 dan 25," kata Littlefield, seperti dikutp dari NY Daily News.

    Untuk perokok yang lebih tua, menurut Littlefield, merokok menjadi bagian dari pola perilaku yang teratur. Ini didorong oleh kebiasaan, keinginan, dan toleransi dan bukan sifat dan kepribadian impulsif. Fakta lain yang ditemukan adalah berhenti merokok atau bahkan hanya mencoba untuk berhenti, bisa membuat perasaan Anda jadi lebih baik.

    Penelitian yang dipublikasi dalam Nicotine and Tobacco Research ini menganalisis gejala depresi pada orang-orang yang mencoba untuk berhenti merokok. Hal yang menarik, subyek penelitian menggambarkan diri mereka sebagai tidak pernah sebahagia seperti ketika berhasil berhenti merokok.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 11:33 pm